Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terlibat Aksi Pengutilan di Tiga Minimarket, Belasan Murid SD di Bontang Utara Dapat Pembinaan

A
Penulis: Adhiel kundhara❯
ILUSTRASI
ILUSTRASI

Advertisement

BONTANG- Sebanyak 14 murid sekolah dasar di Kecamatan Bontang Utara, terungkap melakukan aksi pencurian makanan dan barang di tiga gerai toko modern yang tersebar di wilayah Kota Bontang.

Aksi tersebut terungkap setelah pihak sekolah menindaklanjuti laporan dari Guru Bimbingan Konseling (BK) Pihak sekolah kemudian berkoordinasi langsung dengan Bhabinkamtibmas di wilayah tersebut untuk mencari solusi terbaik pada Selasa (8/9).

Berdasarkan hasil penelusuran pihak sekolah dan kepolisian, para pelaku masih berusia belia dan duduk di bangku kelas dua, empat, lima, hingga enam SD. Seluruh murid tersebut diketahui tinggal di kawasan yang sama di Bontang Utara

Advertisement

Sebelum beraksi, kelompok pelajar ini biasanya berkumpul di area jembatan di perbatasan dua kelurahan. Setelah sepakat, mereka mendatangi tiga lokasi minimarket berbeda secara bertahap sejak awal September.

Tiga gerai yang menjadi sasaran aksi meliputi toko di depan Perpustakaan Daerah Kelurahan Satimpo, depan Hotel Akbar Kelurahan Api-Api, dan depan Stadion Bessai Berinta atau Lang-Lang di Kelurahan Bontang Kuala. Barang yang diambil mencakup aneka camilan, cokelat, minyak wangi, hingga alat kontrasepsi.

Usai melancarkan aksinya, mereka membawa barang-barang hasil curian ke sebuah warung di dekat rental gim konsol untuk dinikmati bersama. Polisi yang hadir di sekolah mengedepankan pendekatan pembinaan agar anak-anak tersebut menyadari kesalahannya tanpa merasa dihakimi.

Advertisement

"Pihak kepolisian juga menyarankan perwakilan sekolah bersama para orang tua mendatangi pengelola ketiga minimarket. Pertemuan tersebut bertujuan untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung sekaligus menyelesaikan kewajiban ganti rugi atas barang-barang yang telah diambil," tulis salah satu laporan yang tersebar.

Pihak sekolah memastikan seluruh orang tua murid bersangkutan telah dipanggil secara resmi guna memperketat pengawasan anak di lingkungan keluarga. Kaltimpost pun berupaya untuk mengonfirmasi kejadian ini ke pihak kelurahan dan kepolisian. Pihak kelurahan enggan untuk memberikan pernyataan. Sementara Kapolsek Bontang Utara AKP Lukito menyatakan kemungkinan kasus ini diselesaikan secara damai di kelurahan atau sekolah. 

"Tidak ada laporan masuk di polsek terkait kejadian tersebut. Nanti saya hubungi bhabinkamtibmasnya," pungkasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

MBG SPPG Gunung Elai 2 Kembali Normal, Pasca Dapur Jalani General Cleaning

MBG SPPG Gunung Elai 2 Kembali Normal, Pasca Dapur Jalani General Cleaning

Distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) SPPG Gunung Elai 2 Bontang kembali normal usai kendala air teratasi dan dapur direnovasi.

Tiga Siswa Pusing Dipastikan Bukan karena MBG, Kepala Diskes Minta Jangan Selalu Dikaitkan

Tiga Siswa Pusing Dipastikan Bukan karena MBG, Kepala Diskes Minta Jangan Selalu Dikaitkan

Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang turun tangan menelusuri kabar tiga siswa SD Negeri 009 Bontang Utara yang disebut mengalami keluhan.

Tiga Siswa SDN 009 Bontang Utara Dibawa ke Puskesmas, SPPG Bantah Berkaitan dengan MBG

Tiga Siswa SDN 009 Bontang Utara Dibawa ke Puskesmas, SPPG Bantah Berkaitan dengan MBG

Tiga pelajar di SD 009 Bontang Utara sempat dilarikan ke puskesmas terdekat pasca-mengonsumsi makanan MBG. Namun, diklaim bukan keracunan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer