Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PGI Ajak Gereja Siaga Hadapi Bencana, Doa Bersama Digelar 13 September

A
Penulis: Adhiel kundhara❯
Jacklevyn F. Manuputty
Jacklevyn F. Manuputty

Advertisement

BALIKPAPAN- Rentetan bencana di berbagai wilayah Indonesia membuat gereja tak cukup hanya hadir ketika musibah telah terjadi. Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menyerukan gereja-gereja memperkuat kesiapsiagaan, solidaritas, sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.

Seruan itu disampaikan Ketua Umum Majelis Pekerja Harian (MPH) PGI pendeta Jacklevyn F. Manuputty melalui pesan pastoral PGI kepada gereja-gereja di Indonesia. Pesan bertajuk “Menjaga Kehidupan, Memperkuat Persekutuan, dan Merawat Keutuhan Ciptaan” tersebut diterbitkan di Jakarta, 7 September 2026.

Jacklevyn mengatakan, berbagai bencana yang terjadi belakangan telah menimbulkan penderitaan serius bagi masyarakat sekaligus memberikan dampak terhadap alam. Informasi mengenai potensi bencana juga berpotensi menimbulkan kecemasan.

Advertisement

Dalam kondisi tersebut, gereja memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan ketenangan sekaligus membangun kewaspadaan di tengah jemaat.

“Gereja dipanggil untuk hadir sebelum, saat, dan sesudah bencana,” kata Jacklevyn dalam pesan pastoral tersebut.

Menurut dia, kesiapsiagaan dapat dimulai dari lingkungan paling dekat, yakni keluarga, jemaat, dan komunitas. Masyarakat perlu mengenali risiko bencana di wilayah masing-masing, memahami tanda-tanda bahaya, mengetahui jalur evakuasi serta lokasi aman.

Advertisement

Kebutuhan dasar dan rencana kedaruratan juga perlu disiapkan sejak dini. Bagi Jacklevyn, langkah tersebut bukan bentuk ketakutan menghadapi bencana.

Sebaliknya, kesiapsiagaan merupakan wujud tanggung jawab iman untuk menjaga kehidupan yang dipercayakan Tuhan.

Karena itu, umat diminta tetap tenang, mengakses informasi dari sumber terpercaya, serta mengikuti arahan pihak berwenang ketika menghadapi situasi darurat.

PGI juga mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap kelompok rentan. Anak-anak, lanjut usia, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan lainnya harus mendapatkan perhatian khusus dalam setiap upaya kesiapsiagaan dan penanganan bencana.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kukar Gelar Salat Istisqa dan Doa Bersama Agama Islam, Kristen, Hindu Budha: Cek Waktu dan Tempatnya

Kukar Gelar Salat Istisqa dan Doa Bersama Agama Islam, Kristen, Hindu Budha: Cek Waktu dan Tempatnya

Pemkab Kukar menggelar Salat Istisqa dan doa bersama pada 2 September 2026, melibatkan ASN serta masyarakat untuk memohon hujan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer