Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wali Kota Bontang Minta Pelajar Kuasai Bahasa Asing dan AI, Ini Alasannya

EA
Neni Moerniaeni saat menghadiri Milad ke-65 IPM Bontang di Aula Gedung Dispopar, Sabtu (12/9).
Neni Moerniaeni saat menghadiri Milad ke-65 IPM Bontang di Aula Gedung Dispopar, Sabtu (12/9).

Advertisement

KALTIMPOST.ID-Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) membawa tantangan baru bagi generasi muda.

Pelajar di Bontang didorong tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memperkuat kemampuan literasi, numerasi, bahasa asing, hingga karakter.

Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat menghadiri Milad ke-65 Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Bontang di Aula Gedung Dispopar, Sabtu (12/9).

Advertisement

Neni menilai organisasi kepelajaran seperti IPM memiliki peran strategis dalam membentuk karakter sekaligus melatih kemampuan berorganisasi. Bekal tersebut dibutuhkan untuk menghadapi perubahan dunia pendidikan dan persaingan yang semakin terbuka.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital dan AI membuat tantangan generasi muda semakin kompleks. Pelajar perlu mempersiapkan diri sejak dini dengan meningkatkan kemampuan dan memperluas wawasan agar tidak tertinggal oleh perubahan.

Advertisement

“Jangan berkecil hati dengan keadaan. Terus belajar, persiapkan diri sejak dini, kuasai bahasa, kuatkan agama, manfaatkan kesempatan beasiswa, dan terus berjuang,” kata Neni.

Selain kemampuan memanfaatkan teknologi, penguasaan literasi, numerasi, dan bahasa asing dinilai semakin penting.

Kemampuan tersebut dapat membuka peluang lebih luas bagi pelajar untuk melanjutkan pendidikan maupun mengembangkan diri di tengah persaingan global.

Namun, penguatan kapasitas pelajar juga perlu dibarengi perlindungan terhadap berbagai persoalan sosial. Pemkot Bontang mendorong terbentuknya ekosistem perlindungan yang melibatkan pemerintah, sekolah, organisasi Muhammadiyah, dan keluarga.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mencegah perundungan (bullying), kekerasan fisik maupun seksual, serta penggunaan media sosial secara berlebihan yang berpotensi menimbulkan kecanduan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Borneo FC Gagal Kalahkan 9 Pemain PSM Makassar, Darije Kalezic Ungkap Strategi Redam Pesut Etam

Borneo FC Gagal Kalahkan 9 Pemain PSM Makassar, Darije Kalezic Ungkap Strategi Redam Pesut Etam

PSM Makassar tahan Borneo FC 1-1 meski mendapat dua kartu merah. Darije Kalezic puji mentalitas pemain dan semangat Ewako.

Diskes Kaltim Siapkan Rp3 Miliar dari Banpres Karhutla, Pengadaan Oksigen dan Masker N95 Digejot

Diskes Kaltim Siapkan Rp3 Miliar dari Banpres Karhutla, Pengadaan Oksigen dan Masker N95 Digejot

Dinkes Kaltim alokasikan Rp3 miliar banpres karhutla untuk sediakan tabung oksigen, masker N95, dan vitamin bagi warga serta relawan

Anggaran Rp 10 Miliar untuk Uang Lelah Petugas Karhutla Kaltim Baru Terserap di Bawah 10 Persen

Anggaran Rp 10 Miliar untuk Uang Lelah Petugas Karhutla Kaltim Baru Terserap di Bawah 10 Persen

Realisasi anggaran Rp 10 miliar untuk uang lelah petugas dan relawan karhutla Kaltim masih di bawah 10 persen. BPBD Kaltim tunggu kelengkapa

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer