Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

APBD Bontang Naik Jadi Rp 1,8 Triliun, tapi Target PAD Dipangkas Rp 9,9 Miliar

A
Penulis: Adhiel kundhara❯
PEMBAHASAN: Wali Kota Bontang Neni Moernaeni (berdiri podium) bersama DPRD Bontang membahas terkait anggaran.
PEMBAHASAN: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni (berdiri podium) bersama DPRD Bontang membahas terkait anggaran.

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID, BONTANG – Postur keuangan Pemerintah Kota Bontang dalam rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD 2026 memicu sorotan tajam. Kendati total pendapatan daerah terkerek naik menjadi Rp 1,8 triliun, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) justru dipangkas hingga Rp 9,9 miliar.

Koreksi target pendapatan mandiri tersebut terungkap dalam rapat paripurna pengambilan keputusan terhadap Raperda Perubahan APBD 2026 di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Selasa (15/9/2026). Penurunan target PAD di tengah membengkaknya pagu APBD mempertegas tingginya ketergantungan kas daerah pada dana transfer pemerintah pusat.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni memaparkan bahwa setelah melalui pembahasan antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bontang dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), total pendapatan daerah diproyeksikan naik dari Rp 1,7 triliun menjadi sekitar Rp 1,8 triliun. Kenaikan tersebut bertambah Rp 42 miliar atau setara 2,40 persen.

Namun, perbaikan pundi kas daerah itu berbanding terbalik dengan kinerja pendapatan mandiri. Target PAD yang semula dipatok Rp 371 miliar terpaksa diturunkan menjadi Rp 361 miliar. "PAD berkurang sekitar Rp 9,9 miliar atau setara dengan 2,69 persen," ungkap Neni Moerniaeni di hadapan rapat paripurna DPRD Bontang.

Advertisement

Pelemahan target PAD dipicu anjloknya proyeksi sejumlah pos strategis, meliputi sektor pajak daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain PAD yang sah. Sebaliknya, pos retribusi daerah dilaporkan masih mencatatkan tren kenaikan.

Faktanya, lonjakan pendapatan Bontang sepenuhnya ditopang oleh gelontoran dana transfer pusat yang melesat dari Rp 1,3 triliun menjadi Rp 1,4 triliun, atau bertambah Rp 48 miliar (3,55 persen). Kas daerah juga disuntik pos kurang bayar dana bagi hasil (DBH) senilai Rp 12 miliar yang baru dialokasikan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan (KMK).

Selain transfer pusat, pos lain-lain pendapatan daerah yang sah turut terdongkrak dari Rp 23 miliar menjadi Rp 26 miliar, atau tumbuh 15,81 persen. Tambahan Rp 3 miliar ini bersumber dari kucuran hibah pusat serta dana apresiasi kinerja sektor kesehatan dan pengelolaan sampah masing-masing sebesar Rp 2 miliar.

Menanggapi anomali penurunan target PAD, Neni menegaskan jajarannya tidak boleh terlena hanya mengandalkan transfer perimbangan. Pemkot Bontang diinstruksikan menutup potensi kebocoran retribusi dan mengejar piutang pajak yang tertunggak.

"Optimalisasi PAD harus terus dilakukan melalui pemutakhiran basis data, peningkatan kepatuhan, penagihan piutang, optimalisasi pajak dan retribusi, pemanfaatan aset daerah, serta peningkatan kinerja BUMD," tegas Neni.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Progres Perbaikan Saluran Jalan DI Panjaitan Balikpapan Capai 77 Persen   

Progres Perbaikan Saluran Jalan DI Panjaitan Balikpapan Capai 77 Persen  

Proyek perbaikan saluran di Jalan DI Panjaitan, Balikpapan, saat ini telah mencapai progres fisik sebesar 77,49 persen.

Utang Pemkot Samarinda Rp 400 Miliar Sudah Dibayar 70 Persen, Sisanya Siap Dimitigasi

Utang Pemkot Samarinda Rp 400 Miliar Sudah Dibayar 70 Persen, Sisanya Siap Dimitigasi

Pemerintah Kota Samarinda terus mempercepat penyelesaian kewajiban utang daerah tahun anggaran 2025 senilai Rp 400 miliar.

Jalan Perumahan Daksa Rusak, Disperkim Balikpapan Desak Pengembang Segera Serahkan PSU   

Jalan Perumahan Daksa Rusak, Disperkim Balikpapan Desak Pengembang Segera Serahkan PSU  

Disperkim Kota Balikpapan memastikan kerusakan jalan di Perumahan Daksa belum bisa diperbaiki Pemerintah Daerah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer