Kabel Semrawut di Bontang Bakal Ditertibkan, Pemkot Beri Surat Perusahaan Terkait

BONTANG- Kabel jaringan yang membentang semrawut di sejumlah ruas jalan menjadi pekerjaan rumah Pemkot Bontang. Penataan akan diawali melalui koordinasi dengan para pemilik jaringan, sebelum berlanjut pada rencana pembangunan sistem ducting untuk menempatkan berbagai utilitas dalam satu jalur khusus.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang Much Cholis Edi Prabowo mengatakan, penertiban kabel melibatkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Sebab, kabel yang terpasang bukan hanya milik satu perusahaan, melainkan berasal dari berbagai penyedia layanan.
Menurutnya, jaringan tersebut mencakup kabel telekomunikasi, internet, hingga televisi kabel. Kondisi itu membuat penanganannya membutuhkan koordinasi lintas perusahaan agar penertiban dapat berjalan terarah.
“Bukan hanya punya Telkom. Ada punya internet, ada punya TV kabel, macam-macam. Jadi Dinas Kominfo yang melakukan koordinasi terkait penertibannya,” kata Bowo.
Sebagai langkah awal, Pemkot Bontang dapat menyurati para pemilik jaringan melalui Diskominfo untuk mendorong penataan kabel yang dinilai mengganggu kerapian kota.
Namun, penertiban kabel yang sudah terpasang dinilai belum cukup untuk menjadi solusi jangka panjang. Pemkot juga menyiapkan konsep ducting, yakni sistem saluran khusus yang dapat digunakan bersama untuk menempatkan berbagai jaringan utilitas secara lebih tertata.
Bowo menjelaskan, sistem ducting dirancang untuk menampung beragam kebutuhan infrastruktur, mulai dari jaringan telekomunikasi hingga utilitas lainnya. Dalam konsep tersebut, saluran dapat digunakan untuk kabel Telkom, jaringan internet, serta utilitas seperti jaringan gas dan pipa air bersih sesuai perencanaan teknis.
Dengan sistem itu, kabel tidak lagi harus membentang secara terpisah di udara. Penempatan utilitas dalam jalur khusus juga diharapkan mempermudah pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan jaringan.
“Konsepnya satu saluran untuk semua akses. Ada jaringan gas, PDAM, termasuk Telkom. Jadi, ketika ada perbaikan, tidak lagi mengganggu trotoar,” ucapnya.
Ia menyebutkan, Pemkot Bontang sebenarnya telah memiliki dokumen perencanaan ducting sejak 2015. Akan tetapi, realisasinya belum dapat dilakukan secara menyeluruh karena harus mempertimbangkan kapasitas fiskal daerah.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




