Satu-satunya di Kaltim Terapkan Kriptografi Sandi Data, Pemkot Bontang Raih Apresiasi BSSN

BONTANG - Pemerintah Kota Bontang menjadi satu-satunya pemerintah kabupaten/kota di Kalimantan Timur yang telah menerapkan pengamanan data berbasis kriptografi melalui layanan Sandi Data. Penerapan yang dimulai sejak 2024 ini mendapat apresiasi dari Balai Layanan Kriptografi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) atas komitmen Pemkot Bontang dalam melindungi data pribadi masyarakat.
Kepala Balai Layanan Kriptografi BSSN, Yan Hadyonoer, menyampaikan apresiasi tersebut atas konsistensi Pemerintah Kota Bontang dalam menerapkan pengamanan data berbasis kriptografi. Menurutnya, langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga kerahasiaan, keutuhan, dan keaslian data yang dikelola, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Apresiasi dari BSSN ini menjadi penguatan bagi upaya Pemerintah Kota Bontang dalam membangun layanan digital yang tidak hanya mudah diakses, tetapi juga memperhatikan aspek keamanan dan perlindungan data masyarakat.
Komitmen tersebut semakin relevan di tengah meningkatnya pemanfaatan teknologi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan. Data pribadi kini menjadi bagian penting dalam berbagai layanan publik, mulai dari pelayanan kesehatan hingga administrasi kependudukan. Di balik kemudahan layanan digital, terdapat tanggung jawab untuk memastikan informasi yang dikelola tidak mudah diakses oleh pihak yang tidak berwenang.
Kriptografi, Lapisan Perlindungan bagi Data Pribadi
Penerapan kriptografi menjadi salah satu langkah Pemerintah Kota Bontang untuk memperkuat perlindungan data. Melalui layanan Sandi Data, informasi dapat diamankan menggunakan mekanisme penyandian sehingga tidak dapat dibaca secara langsung oleh pihak yang tidak memiliki akses atau kunci yang sesuai.
Tanpa pengamanan yang memadai, data yang tersimpan dalam sistem berpotensi terpapar ketika terjadi gangguan atau akses tidak sah. Kriptografi membantu mengurangi risiko tersebut dengan mengubah data menjadi bentuk tersandi yang hanya dapat dipulihkan melalui mekanisme dekripsi yang sesuai.
Meski demikian, kriptografi bukan satu-satunya unsur dalam keamanan informasi. Perlindungan data tetap membutuhkan pengamanan sistem, pengelolaan akses, pemantauan, serta penanganan kerentanan secara berkelanjutan.
Di Kota Bontang, layanan kriptografi telah diterapkan pada pengelolaan data pribadi di RSUD Taman Husada Bontang. Penerapan ini menjadi langkah konkret dalam memperhatikan keamanan informasi pada sektor pelayanan yang mengelola data sensitif masyarakat.
Data kesehatan memiliki tingkat sensitivitas tinggi karena berkaitan langsung dengan kondisi pribadi seseorang. Karena itu, perlindungan terhadap data yang dikelola fasilitas pelayanan kesehatan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan publik.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




