Tak Hanya Gusung dan Beras Basah, Bontang Usulkan PLTS di Tiga Pulau Tambahan

BONTANG- Pemkot Bontang mengusulkan perluasan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ke tiga pulau tambahan. Selain Pulau Gusung dan Pulau Beras Basah yang masuk dalam rencana pembangunan 2027, pemerintah menginginkan Pulau Melahing, Selangan, dan Tihi-Tihi turut mendapatkan fasilitas pembangkit listrik tersebut.
Usulan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemerataan energi bagi masyarakat pesisir dan kepulauan. Keterbatasan pasokan listrik selama ini dinilai turut memengaruhi aktivitas warga, termasuk pengembangan potensi wisata yang mulai tumbuh di sejumlah pulau.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setkot Bontang, Moch Arif Rochman, menjelaskan usulan tambahan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi Pemkot Bontang bersama PT PLN (Persero) UP2K Kalimantan Timur.
“Tidak hanya Gusung dan Beras Basah, kami juga mengusulkan tiga pulau lainnya, yakni Melahing, Selangan, dan Tihi-Tihi agar bisa mendapatkan program PLTS,” kata Arif, Senin (2/11/2026).
Menurutnya, usulan tersebut akan disampaikan kembali kepada Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Timur dan Menteri ESDM RI dengan tembusan kepada PLN.
“Usulan ini akan kami sampaikan kembali ke pemerintah provinsi dan Kementerian ESDM agar kebutuhan listrik di pulau-pulau tersebut bisa menjadi perhatian,” ucapnya.
Selain untuk kebutuhan rumah tangga, Pemkot juga menginginkan pembangunan PLTS dapat mendukung pengembangan sektor pariwisata. Salah satu usulan yang mengemuka ialah menjadikan bangunan fasilitas PLTS sebagai bangunan multifungsi.
“Harapannya, bangunan PLTS tidak hanya dimanfaatkan untuk pembangkit listrik, tetapi juga bisa menunjang kebutuhan pengelolaan kawasan wisata,” tutur dia.
Dispopar bahkan mengusulkan tambahan lima bangunan PLTS komunal untuk mendukung pengelolaan vila di Pulau Melahing dan Tihi-Tihi. Selama ini, keterbatasan listrik menjadi salah satu kendala yang membuat pengelolaan fasilitas wisata di kedua pulau tersebut belum berjalan optimal.
Menurut dia, ketersediaan listrik menjadi kebutuhan penting agar fasilitas wisata di kawasan kepulauan dapat dikelola secara maksimal.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




