KALTIMPOST.ID, BONTANG - Kelurahan Tanjung Laut Indah kembali menggelar kegiatan pangan murah yakni 1 dan 2 September 2025, di Balai Pertemuan Umum (BPU) kelurahan.
Lurah Tanjung Laut Indah Ardiansyah mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Kegiatan ini diselenggarakan berkat kerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKP3) serta Mazaya Mandi Grup. Menurutnya program ini merupakan langkah nyata pemerintah kelurahan dalam meringankan beban warga. Khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
"Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kelurahan Tanjung Laut Indah dengan menyediakan paket kebutuhan rumah tangga yang lengkap dan harga jauh lebih murah dibandingkan harga pasar," ujarnya.
Dalam kegiatan ini, warga dapat membeli paket kebutuhan pokok dengan harga khusus hanya Rp150.000 per paket. Jauh lebih hemat dibandingkan harga normal sebesar Rp220.000.
Paket tersebut berisi produk-produk utama seperti beras 5 kilogram, gula 1 kilogram, minyak 1 liter, sarden 2 kaleng, susu 1 kaleng, teh celup 2 kotak, mi instan 5 bungkus, garam 1 bungkus, dan tepung 1 bungkus.
Distribusi paket pangan murah ini juga melibatkan aparat terkait seperti Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan pegawai kelurahan untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar dan tepat sasaran. Sebanyak 1.000 paket telah disiapkan untuk warga Kelurahan Tanjung Laut Indah.
Ia menambahkan pihaknya telah menginstruksikan kepada Ketua RT agar menginformasikan kegiatan ini kepada seluruh warga. Tujuannya bisa memanfaatkan kesempatan berbelanja dengan harga hemat ini. “Mari ajak keluarga dan tetangga agar program ini semakin bermanfaat luas bagi masyarakat," ucapnya.
Kegiatan Pangan Murah di Kelurahan Tanjung Laut Indah ini dibuka mulai pukul 08.00 hingga 16.00 Wita dan terbuka untuk seluruh warga Kelurahan Tanjung Laut Indah. Diharapkan kegiatan ini dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah tantangan harga kebutuhan pokok yang terus meningkat. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo