KALTIMPOST.ID, BONTANG- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang telah membagikan tablet PC untuk siswa kelas akhir di SMP negeri. Di SMP 1 sarana ini tidak dibagikan langsung ke tiap siswa. Namun, Kepala SMP 1 Riyanto mengatakan tablet PC ini dibagikan saat proses kegiatan belajar-mengajar (KBM).
“Jadi tablet PC itu tidak dibawa pulang siswa,” kata Riyanto.
Menurutnya sarana tetap disimpan di sekolah. Mengingat skema ini lebih aman. Jadi tiap siswa akan dibagikan saat awal belajar. Namun saat pulang dikembalikan lagi kepada sekolah untuk disimpan. Terkait keamanan, ia pun tidak risau. Pasalnya terdapat penjaga sekolah yang berjaga tiap malam.
“Kami selalu koordinasi dengan penjaga malam,” ucapnya.
Diketahui pembagian tablet PC ini dalam rangka program digitalisasi pendidikan. Pembagiannya masih bertahap karena menyesuaikan kondisi keuangan daerah. Kali ini sasarannya baru kelas IX SMP negeri.
Anggaran pengadaan tablet PC mencapai Rp29 miliar. Selain menunjang proses belajar-mengajar, program tablet pelajar ini juga diharapkan dapat mengurangi penggunaan kertas dalam pelaksanaan ujian dan administrasi sekolah. Tablet tersebut akan menjadi inventaris sekolah dengan spesifikasi RAM 6 GB dan penyimpanan 128 GB.
Program ini merupakan tindak lanjut dari gagasan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni yang menginginkan seluruh pelajar di Bontang memiliki akses belajar berbasis digital. “Nantinya semua pelajar akan menggunakan tablet PC. Tujuannya untuk menekan penggunaan kertas dan mempercepat transformasi ke arah digital,” terang Neni.
Disdikbud memastikan sekolah swasta juga akan mendapatkan bantuan serupa secara bertahap, sesuai kemampuan keuangan daerah. “Semua akan dapat, hanya waktunya yang bertahap,” pungkas Kepala Disdikbud Bontang Abdu Safa Muha. (*)
Editor : Ismet Rifani