Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

PUPRK Bontang Siapkan Lanjutan Proyek Jalan Bulog 2026, Fokus Penerangan, DPT, dan Penguatan Akses Distribusi

Adhiel kundhara • Senin, 17 November 2025 | 19:55 WIB
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris saat meninjau pembangunan jalan menuju gudang Bulog di Bontang Lestari. (FOTO ADIEL KUNDHARA/KP)
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris saat meninjau pembangunan jalan menuju gudang Bulog di Bontang Lestari. (FOTO ADIEL KUNDHARA/KP)

KALTIMPOST.ID-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang tengah menyiapkan rencana lanjutan proyek Jalan Bulog di kawasan Bontang Lestari untuk tahun anggaran 2026.

Kabid Bina Marga Dinas PUPRK Anwar Nurdin mengatakan pekerjaan yang diusulkan mencakup pemasangan lampu jalan, bahu jalan, serta dinding penahan tanah (DPT).

“Masih ada sisa dari perencanaan tahun ini. Tahun depan kami ajukan kembali untuk menuntaskan,” kata Anwar

Lokasi yang akan digarap mencakup daerah ujung Bulog serta akses menuju pergudangan dan sekolah rakyat (SR).

“Kawasan itu penting karena jalur distribusi barang dan aktivitas masyarakat nantinya,” ucapnya.

Anwar mengungkapkan, perencanaan detail sudah dibuat. Namun nilai anggaran pasti masih menunggu penyesuaian. “Saya belum hafal angka pastinya, tapi usulan lanjutan tetap masuk,” tutur dia.

Ia menambahkan, aspek penerangan jalan akan menjadi fokus utama karena kawasan tersebut cukup gelap di malam hari.

Terkait kewenangan pemasangan lampu, Anwar menjelaskan hal itu bisa dilakukan PUPRK jika termasuk dalam desain proyek jalan. 

“Kami berharap tahun depan lampu jalan bisa terealisasi. Itu untuk keamanan pengguna jalan. Kalau pekerjaan jalan lengkap dengan desain lampu, kami boleh kerjakan. Tapi kalau hanya lampunya saja, itu kewenangan Dinas Perkim atau Dishub,” terangnya.

Selain itu, pembangunan DPT diharapkan mampu menahan erosi di sisi jalan yang menurun. Dinas PUPRK menargetkan kawasan Bulog menjadi akses yang aman dan terang di malam hari.

“Struktur tanah di sana perlu diperkuat. DPT penting agar badan jalan tidak cepat rusak,” tambahnya.

Diketahui, Dinas PUPRK sebelumnya telah menganggarkan Rp 20 miliar untuk pembangunan jalan menuju titik rencana kawasan tersebut tahun ini.

Panjang jalan yang dibangun yaitu 950 meter. Nantinya lebar 20 meter. Rinciannya tiap jalur memiliki lebar tujuh meter.

Ditambah median jalan dan drainase. Struktur memiliki ketebalan 25 sentimeter dan lantai kerja 10 sentimeter. Adapun mutu beton yang dipakai ialah FS 45.

Pembangunan secara bertahap ini dikarenakan urgensi drainase di lokasi tersebut masih belum dibutuhkan.

Jika volume mencukupi saluran pembuangan hanya dikerjakan untuk alirannya. “Sementara strukturnya akan dilakukan tahun berikutnya,” tutur dia.

Anwar menjelaskan nantinya akses ini akan dilewati oleh kendaraan bermuatan berat. Dinas PUPRK pun memerhatikan kualitas jalan yang dibangun supaya tidak mudah rusak.

Sebelumnya telah terjadi pembagian terkait kewenangan pembangunan gudang Bulog. Khusus akses menjadi tanggung jawab pemkot. Sementara infrastruktur gudang akan digarap oleh pemerintah pusat.

Pembangunan gudang itu telah disiapkan lahan seluas tiga hektare. Rencananya ada dua gudang yang akan berdiri. Masing-masing berkapasitas 1.000 ton. (rd)

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #ibu kota nusantara #proyek jalan #Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni #Kutai Barat