Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Loktuan Genjot Program Kebersihan: Gerobak Bersiul hingga Bank Sampah Mulai Diperkuat

Adhiel kundhara • Selasa, 25 November 2025 | 15:14 WIB

PRESENTASI: Lurah Loktuan Supriyadi memaparkan inovasi terkait kebersihan lingkungan di wilayahnya dalam lomba kelurahan bersih dan hijau tahun ini. (ADIEL KUNDHARA/KP)
PRESENTASI: Lurah Loktuan Supriyadi memaparkan inovasi terkait kebersihan lingkungan di wilayahnya dalam lomba kelurahan bersih dan hijau tahun ini. (ADIEL KUNDHARA/KP)

KALTIMPOST.ID- Kelurahan Loktuan, Bontang, terus memacu deretan inovasi dan gerakan kolektif untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, rapi, dan lebih tertata. Sejumlah program berbasis partisipasi warga kini digenjot, termasuk Gerobak Bersiul, gotong royong mandiri, hingga pengembangan bank sampah di tingkat rukun tetangga (RT).

Lurah Loktuan Supriyadi mengatakan gerakan kebersihan yang berjalan selama ini tidak hanya bergantung pada kegiatan rutin Jumat Bersih yang digaungkan Pemkot Bontang. Warga kini didorong memiliki jadwal gotong royong mandiri di luar agenda resmi. Setiap RT dapat menentukan waktu pembersihan lingkungan masing-masing, atau kelurahan akan menetapkan lokasi pembersihan bila belum ada kesepakatan dari warga.

“Gerakan kebersihan ini kami desain agar tidak bersifat seremonial. Warga berpartisipasi, punya jadwal, dan menjaga lingkungannya sendiri. Semangat kolaboratif itu yang kami kuatkan,” kata Supriyadi.

Selain gotong royong warga mandiri, Loktuan juga memperluas kerja sama dengan kelompok masyarakat, organisasi lokal, dan komunitas peduli lingkungan. Kegiatan Jumat Bersih tetap berjalan rutin setiap pekan, kecuali jika kondisi cuaca tidak memungkinkan.

Baca Juga: Neni Tegaskan Komitmen Jaga Predikat Kota Layak Anak, Bukan Sekadar Rebut Penghargaan

Untuk wilayah pesisir, gerakan bersih Laut menjadi program unggulan. Setiap pekan, sampah di sepanjang perairan diangkut menggunakan kapal. Menurut Supriyadi, volume sampah di kawasan pesisir masih cukup tinggi sehingga perlu penanganan rutin. “Bersih laut itu penting. Sampah yang terangkat setiap minggu cukup banyak. Kalau tidak diambil, akan kembali ke daratan atau merusak ekosistem,” ucapnya.

Instruksi Wali Kota mengenai percepatan pembentukan bank sampah di tingkat RT kini ditindaklanjuti serius. Dari 52 RT di Loktuan, saat ini 30 bank sampah telah terbentuk. Kelurahan menargetkan jumlah itu segera bertambah dalam beberapa bulan ke depan.

“Pembentukan bank sampah akan terus kami dorong. Ini salah satu cara efektif mengurangi timbunan sampah rumah tangga,” tutur dia. Supriyadi juga menegaskan bahwa Loktuan kini tidak memiliki titik pembuangan sampah liar masyarakat.

Baca Juga: Pelabuhan Loktuan Disiapkan Jadi Titik Ekonomi Baru Bontang, Pemkot Rancang Kawasan Multifungsi

Salah satu lokasi yang sebelumnya menjadi sorotan, yakni RT 20, telah bersih dan tidak lagi ditemukan penumpukan sampah. Warga disebut semakin disiplin membuang sampah ke TPS resmi. Termasuk pembuangan sementara di median jalan yang kini telah tertata dan digunakan sesuai peruntukan.

“Tertibnya masyarakat dalam membuang sampah menjadi indikator keberhasilan pembinaan. Ini menunjukkan edukasi berjalan,” ungkapnya. Sejumlah RT di Loktuan kini menjadi lokus penilaian untuk Lomba Kelurahan Bersih dan Hijau. RT 17, RT 18, RT 2, dan RT 44 telah dijadikan sebagai titik survei penilaian. Selama ini Loktuan belum pernah meraih prestasi dalam lomba tersebut. Namun Supriyadi optimistis tahun ini peluangnya terbuka lebar. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#bontang #Loktuan