KALTIMPOST.ID- Rencana Sekolah Tinggi Teknologi (STITEK) Bontang untuk bertransformasi menjadi universitas kian matang. Setelah melalui proses panjang dan bertahap, STITEK kini memastikan kesiapan untuk berubah bentuk menjadi Universitas Sains dan Teknologi Bontang (USTB) dengan dukungan pemenuhan persyaratan akademik, kelembagaan, hingga lahan kampus.
Ketua STITEK Bontang Zaini mengatakan proses menuju universitas telah digaungkan sejak lama dan kini memasuki fase krusial. Salah satu tonggak pentingnya adalah penambahan program studi lintas rumpun ilmu.
“Pada tahun 2024 kami mengajukan dua program studi baru, yakni Prodi Sistem Informasi dan Prodi Bisnis Digital. Dengan itu, STITEK memiliki empat program studi,” kata Zaini. Perkembangan berlanjut pada 2025. STITEK kembali menambah tiga program studi baru sehingga total menjadi tujuh program studi. Kondisi ini secara regulasi telah memenuhi syarat tidak hanya sebagai institut, tetapi juga universitas.
Baca Juga: Pesta Laut Bontang Kuala Dimulai, Panitia Siapkan Total Hadiah Rp25 Juta
“Karena rumpun ilmunya sudah lebih dari satu dan jumlah prodinya tujuh, maka kami optimistis dan berkomitmen untuk langsung bertransformasi menjadi universitas,” ucapnya. Dari sisi persyaratan, Zaini menyebut STITEK telah melengkapi 17 syarat perubahan bentuk. Salah satu pembeda utama antara institut dan universitas adalah luas lahan. Untuk universitas dibutuhkan minimal 10.000 meter persegi atau 1 hektare.
“Saat ini STITEK sudah memiliki lahan sekitar 2.000 meter persegi dan tambahan lahan dengan potensi hingga 4,2 hektare. Lokasinya berada dalam satu hamparan di Jalan Pupuk Raya, tepatnya sebelum bundaran Perumahan Bukit Sintuk sebelum bundaran,” ucapnya.
Ke depan, kawasan tersebut akan dikembangkan sebagai kampus terpadu USTB. Sementara lahan lain yang sebelumnya berada di kawasan Bontang Lestari masih terus diupayakan melalui mekanisme resmi bersama Pemerintah Kota Bontang.
Terkait nama, perubahan bentuk ini juga disertai pergantian identitas. Dari 15 opsi nama yang diajukan, dipilih Universitas Sains dan Teknologi Bontang. “Nama ini tetap mempertahankan ruh teknologi dan identitas Bontang sebagai kota industri. Singkatannya USTB,” tutur dia.
Baca Juga: Rute Kapal Laut Bontang–Mamuju Kian Matang, Wawali Pastikan Siap Beroperasi 2026
Sebagai universitas, USTB nantinya tidak lagi dibatasi satu rumpun ilmu. Selain teknologi dan teknik, kampus ini akan mengembangkan bidang sosial hingga kesehatan dengan target jangka panjang 24 program studi.
Dalam waktu dekat, STITEK juga memprioritaskan pembukaan Prodi Kewirausahaan dan Prodi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang dinilai relevan dengan kebutuhan industri dan penguatan UMKM di Bontang.
Saat ini, jumlah mahasiswa aktif STITEK Bontang mencapai 552 orang. Tersebar di empat program studi yang berjalan, yakni Teknik Informatika, Teknik Elektro, Sistem Informasi, dan Bisnis Digital.
“Transformasi ini bukan sekadar perubahan nama, tetapi lompatan besar untuk meningkatkan kontribusi STITEK bagi pembangunan sumber daya manusia di Kota Bontang,” terangnya.
Baca Juga: Struktur Pengurus RT di Guntung Ditunggu hingga Akhir Bulan Ini
Saat ini pihak STITEK masih berupaya melengkapi kekurangan persyaratan terkait perubahan tersebut. Setelah itu instansi terkait akan melakukan visitasi lapangan. Hingga keluarnya surat persetujuan perubahan dari sekolah tinggi menjadi universitas.
Sementara Ketua Yayasan Pendidikan Bessai Berinta Yhenda Permana menuturkan pihaknya memasang target cepat dalam perubahan ini. Bentuknya dengan mengupayakan apa yang menjadi persyaratan sesuai dengan regulasi. “Pada dasarnya STITEK ingin berkembang terus dengan memberikan kesempatan seluasnya bagi anak Bontang. Terkait target secepatnya kami penuhi,” pungkasnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki