KALTIMPOST.ID-Musibah longsor dan banjir yang terjadi di RT 1 Kelurahan Kanaan mendapat perhatian Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris. Ia menegaskan pentingnya kajian menyeluruh terhadap kawasan permukiman yang rawan longsor dan banjir di Kota Bontang.
Menurutnya, pemerintah tidak boleh menunggu bencana terjadi baru kemudian bertindak, sebab persoalan ini menyangkut langsung keselamatan jiwa masyarakat. Pria yang akrab disapa AH ini menyebutkan, dinas teknis seperti Dinas Perkimtan, PUPRK, serta perangkat wilayah mulai dari RT, kelurahan hingga kecamatan harus segera menyusun laporan resmi terkait kondisi alam di lokasi terdampak.
Laporan tersebut nantinya akan menjadi dasar pengambilan kebijakan strategis, termasuk kemungkinan relokasi warga. “Ini bukan persoalan satu hari atau satu kejadian. Warga akan tinggal di situ selamanya. Kalau secara teknis berisiko dan mengancam keselamatan, maka itu harus dikaji serius dan dibuat laporan resminya,” kata AH.
Baca Juga: Jadwal TKA SD–SMP Disiapkan, Disdikbud Bontang Soroti Nilai SMA yang Anjlok
Ia menekankan laporan tersebut harus memuat kronologi kejadian, kondisi pasca-bencana, serta proyeksi dampak ke depan. Hal ini penting agar pemerintah daerah memiliki dasar kuat saat membawa persoalan tersebut ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) hingga disampaikan kepada Wali Kota Bontang dan DPRD.
Menurutnya, jika hasil kajian menunjukkan wilayah tersebut tidak layak huni, maka relokasi menjadi salah satu opsi yang harus dibicarakan secara terbuka dan bertanggung jawab. Namun demikian, Agus Haris menegaskan relokasi tidak bisa dilakukan secara sepihak.
“Kalau warga secara sukarela pindah dan membangun sendiri, itu tidak masalah. Tapi kalau ini murni faktor alam yang diperparah aktivitas manusia dan warga merasa dirugikan, maka pemerintah harus hadir,” ucapnya.
Baca Juga: Terdakwa Korupsi Lahan Labkesda Bontang Dituntut 5,5 Tahun, Kerugian Negara Rp3,9 Miliar
AH juga menyoroti pentingnya peran Musrenbang di tingkat kelurahan hingga kota. Aspirasi warga di daerah rawan harus disuarakan oleh delegasi RT agar masuk dalam dokumen perencanaan seperti RKPD dan memiliki alokasi anggaran yang jelas.
“Jangan sampai kita selalu sibuk setelah kejadian. Sekarang waktunya mitigasi. Titik-titik rawan harus dipetakan dan ditangani secara serius,” tutur dia.
Ia menambahkan, kajian ini bukan hanya untuk satu lokasi, tetapi harus mencakup seluruh kawasan permukiman di Bontang yang berpotensi terdampak longsor, banjir, maupun pergerakan tanah.
Dengan perencanaan matang, pemerintah daerah diharapkan tidak lagi terjebak dalam penanganan darurat, melainkan mampu melakukan pencegahan sejak dini.
Baca Juga: Plafon Kelas SD 007 Bontang Utara Ambruk Saat Libur, Ini Dampaknya ke Jadwal Belajar
Sebelumnya, aktivitas warga di RT 01 Kampung Timur, Kelurahan Kanaan, Bontang Barat, terganggu pasca longsor dan banjir yang terjadi pada Kamis (15/1/2026) pagi.
Lurah Kanaan Salmon Kanaan Payung Allo, mengungkapkan terdapat empat bangunan yang terdampak longsor di kawasan yang berada dekat tebing bekas tambang ilegal galian C.
Kondisi tanah yang labil membuat longsor mudah terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. “Permukaan tebing sudah tidak keras. Debit hujan yang tinggi menyebabkan tanah longsor,” ungkap Salmon
Material pasir dari longsoran terbawa aliran banjir hingga masuk ke permukiman warga. Endapan pasir dengan ketebalan cukup banyak membuat sejumlah rumah tidak dapat ditempati sementara waktu, sehingga warga terpaksa mengungsi.
Upaya penanganan darurat dilakukan warga dengan membuat tanggul sementara. Namun, tanggul tersebut tidak bertahan lama karena menggunakan material pasir dan kembali jebol saat debit air meningkat.
“Di dalam rumah, pasirnya cukup banyak akibat longsor yang terbawa banjir,” katanya.
Warga kini membutuhkan bantuan peralatan untuk membersihkan pasir dari dalam rumah. Selain itu, penguatan tebing melalui pembangunan tanggul permanen dinilai mendesak guna mencegah kejadian serupa terulang.
“Kalau tidak ditangani, dikhawatirkan akan terjadi longsor susulan,” lanjut Salmon. Di lokasi lain, banjir juga melanda kawasan Jalan Pongtiku 2 RT 01. Puluhan rumah tergenang akibat proyek drainase yang belum rampung dikerjakan. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki