Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Temukan Anak Putus Sekolah di Bontang Lestari, Wali Kota Bontang Minta Penanganan Serius

Adhiel kundhara • Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:49 WIB

PERMASALAHAN: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mendapati anak putus sekolah di kawasan Bontang Lestari dalam tinjauannya. (ADIEL KUNDHARA/KP)
PERMASALAHAN: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mendapati anak putus sekolah di kawasan Bontang Lestari dalam tinjauannya. (ADIEL KUNDHARA/KP)

 

KALTIMPOST.ID, BONTANG-Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyoroti persoalan anak putus sekolah saat melakukan kunjungan lapangan di wilayah Bontang Lestari. Dia menegaskan, permasalahan pendidikan harus menjadi perhatian serius semua pihak.

Dalam kunjungannya, Neni menemukan kasus anak yang tidak naik kelas hingga dua kali karena belum mampu membaca. Bahkan, terdapat anak yang terancam putus sekolah.

“Itu tidak boleh terjadi. Anak-anak harus tetap sekolah. Kalau ada kendala, harus dicarikan solusi,” kata Neni saat meninjau program renovasi rumah tidak layak huni beberapa waktu lalu.

Dia menilai, salah satu faktor yang memengaruhi adalah kurangnya perhatian orang tua, termasuk penggunaan gawai yang tidak terkontrol. “Saya bilang ke orang tua, kalau sayang anak jangan kasih HP terus. Itu bisa mengganggu perkembangan mereka,” ucapnya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Neni mendorong adanya pendampingan khusus bagi anak-anak yang mengalami kesulitan belajar. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah penyediaan bimbingan belajar dengan melibatkan relawan dan komunitas pendidikan.

“Kita punya banyak kelompok masyarakat yang peduli pendidikan. Itu bisa dimanfaatkan. Tidak semua harus dari pemerintah,” tutur dia.

Dia juga meminta lurah dan perangkat wilayah untuk lebih aktif turun ke lapangan guna memantau kondisi sosial masyarakat. “Lurah harus tahu warganya. Jangan sampai ada masalah seperti itu tapi tidak terdeteksi,” terangnya.

Selain pendidikan, Neni juga menyinggung persoalan infrastruktur dasar seperti akses air bersih yang masih belum merata di wilayah tersebut. Pemkot, akan segera menindaklanjuti kebutuhan tersebut.

Langkah cepat telah dilakukan dengan berkoordinasi langsung dengan pihak sekolah terkait kasus yang ditemukan. Dia berharap, anak-anak tersebut dapat kembali mendapatkan hak pendidikan secara optimal.

“Pendidikan itu penting. Jangan sampai ada anak yang kehilangan masa depan hanya karena kita terlambat bertindak,” pungkasnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#bontang #penanganan #wali kota #anak putus sekolah