Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Thunderbolts : Warna Baru di Jagat Superhero Marvel

T
Penulis: Taufiqur Rachman❯
Poster film Thunderbolts
Poster film Thunderbolts

KALTIMPOST.ID-Film terbaru Marvel Cinematic Universe (MCU), Thunderbolts, resmi tayang di Indonesia pada 30 April lalu. Kali ini, Marvel datang dengan nuansa yang berbeda—lebih kelam, lebih dalam, dan jauh dari kesan superhero pada umumnya.


Advertisement

Ceritanya berpusat pada Valentina Allegra de Fontaine (diperankan Julia Louis-Dreyfus) yang terancam dicopot dari jabatannya sebagai Direktur CIA karena terlibat aktivitas ilegal dari masa lalunya. Untuk menghapus jejak, ia mengutus Yelena Belova, John Walker, Ghost, dan Taskmaster ke sebuah lokasi rahasia, lalu memanipulasi mereka agar saling bertarung hingga saling musnahkan. Keberadaan mereka dianggap bukti kejahatan masa lalu Valentina.

Meski MCU belakangan ini mendapat banyak kritik karena inkonsistensi dan cerita yang kurang menggigit, Thunderbolts justru memberi harapan baru. Film ini disutradarai oleh Jake Schreier—sutradara serial Beef dari Netflix—dan menyuguhkan tema yang lebih dalam seperti kesehatan mental, krisis identitas, dan trauma masa lalu.

Hal paling mencolok dari film ini adalah penggunaan tone warna yang suram dan gelap, menyatu dengan suasana film yang serius dan emosional. Visual yang berbeda ini sekaligus menandai langkah baru Marvel untuk keluar dari formula klasik yang mulai terasa membosankan.

Advertisement

Thunderbolts menjadi bukti bahwa Marvel berani mengambil risiko demi memperbaharui arah cerita dan gaya mereka. Film ini bisa jadi pionir untuk proyek-proyek sejenis di masa depan.

Meskipun ceritanya berat dan kelam, Thunderbolts tetap menyisipkan humor segar—terutama lewat karakter Red Guardian (David Harbour). Sosoknya mampu menghadirkan keseimbangan antara keseriusan dan komedi yang tidak dipaksakan, membuat suasana tidak terus-menerus tegang.

Namun, film ini juga tak lepas dari kekurangan. Karakter Valentina sebagai antagonis terasa kurang dalam, membuat konflik utama tidak sepenuhnya menggigit. Selain itu, pacing film tergolong lambat di awal, diperparah dengan perkenalan karakter yang kurang kuat.

Advertisement

Secara keseluruhan, Thunderbolts adalah angin segar di dunia MCU. Cerita yang lebih serius, tema yang menyentuh, visual yang gelap, dan karakter-karakter antihero yang menarik membuat film ini layak ditonton—terutama bagi kamu yang ingin melihat sesuatu yang berbeda dari film superhero.

Oh ya, seperti biasa, jangan buru-buru keluar bioskop! Film Thunderbolts punya dua post-credit scene, dan yang kedua bakal bikin kamu makin penasaran!

Advertisement
Editor : Thomas Priyandoko
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Audisi Film Dayak: Piet Pagau Cari Talenta Baru di Kaltim

Audisi Film Dayak: Piet Pagau Cari Talenta Baru di Kaltim

Mencari aktor-aktor bertalenta di Kalimantan Timur, Piet Pagau terkesima dengan antusias para peserta yang mengikuti seleksi.

Sihir Kamera IMAX dan Mitologi Yunani, The Odyssey Kuasai Box Office Global 2026

Sihir Kamera IMAX dan Mitologi Yunani, The Odyssey Kuasai Box Office Global 2026

The Odyssey karya Christopher Nolan jadi film R-rated terlaris sepanjang masa, raup pendapatan fantastis geser Deadpool dan Wolverine.

Demi Peran, Prilly Latuconsina Belajar Bahasa Arab, Tinggalkan Kelas Bahasa Korea

Demi Peran, Prilly Latuconsina Belajar Bahasa Arab, Tinggalkan Kelas Bahasa Korea

Bintang film Prilly Latuconsina harus belajar bahasa Arab demi peran terbarunya di film garapan Baim Wong.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer