alexametrics Kaltim Post

PT Kitadin Gelar FGD di Bidang BUMDes (Program PPM Mine Closure di Bidang Kelembagaan)

Bertujuan Agar BUMDes Binaan Ring Satu PT KITADIN Semakin Handal

Selasa, 05 Juli 2022 16:07

pt-kitadin-gelar-fgd-di-bidang-bumdes-program-ppm-mine-closure-di-bidang-kelembagaan

PEMBINAAN : Jajaran Manajemen PT Kitadin abadikan momen bersama para peserta pelatihan pembinanaan dan penguatan BUMDes yang berlangsung di Site PT Kitadin pada hari ini, Selasa (5/7).

TENGGARONG - Pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang diinisiasi Pemerintah Pusat bertujuan untuk mengembangkan potensi ekonomi desa dan mensejahterakan masyarakat. Salah satu peran penting BUMDes yakni melakukan pengelolaan lahan pasca pemulihan lahan akses terbuka.

Maka untuk meningkatkan peran itu, PT Kitadin menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) sebagai sarana berbagi ilmu dan pengalaman di bidang pengelolaan BUMDes, pengelolaan ekowisata desa, dan pengelolaan lahan bekas tambang berkelanjutan. Acara ini diselenggarkan selama 2 hari dari tanggal 5 – 6 Juli 2022 bertempat di Training Centre PT Kitadin Site Embalut dengan jumlah peserta yang hadir 18 Orang, Selasa (5/7).

Mine Head PT Kitadin Bonifasius Tritra Tipa mengatakan bahwa pembinaan dan penguatan BUMDes merupakan program yang sudah disetujui Pemerintah Daerah melalui dokumen Pasca Tambang.

"Salah satu program pengembangan masyarakat kita adalah program Pembinaan Dan Penguatan BUMDES, dan ini akan dilakukan selama empat tahun. Program ini tidak menyuplai serta menyiapkan infrastruktur atau fasilitas, tapi lebih fokus ke pengembangan SDM," ungkapnya.

Selama 4 tahun, PT Kitadin akan fokus dalam peningkatan SDM pengelola BUMDes. Tujuannya, agar BUMDes yang mengikuti pelatihan ini memiliki pengelola handal. Maksudnya, bisa membaca situasi dan peluang jangka panjang. Selain itu, para pengelola BUMDes diharapkan bisa menciptakan dunia usaha jangka panjang.

"Peluang itu banyak, cuma kadang karena tidak siapnya SDM (pengelola) mengakibatkan kesempatan itu hilang. Makanya kita ingin membina tim BUMDes untuk usaha jangka panjang. Hari ini ada empat desa yang mengikuti pelatihan yaitu Desa Bangun Rejo, Desa Kerta Buana, Desa Embalut dan Desa Separi," jelasnya. 

Sementara itu sebagai narasumber pada pelatihan ini, Managing Director Codiac.id Basyori Saini menerangkan bahwa BUMDes itu diibaratkan sebagai atribut lengkap. Pasalnya, mulai dari badan hukum, permodalan hingga segala macam itu sudah disiapkan.

Hanya saja, tidak semua daerah siap untuk mengeksekusi BUMDes. Akhirnya, sejak digaungkan dari tahun 2018, tidak terlalu banyak BUMDes di Kaltim yang berkembang. Kebanyakan dari mereka justru gagal.

"Jadi kita apresiasi teman-teman di beberapa daerah yang BUMDesnya maju dan running bagus sekali. Tapi kita juga tidak boleh meninggalkan mereka yang gagal, makanya PT Kitadin mengundang saya untuk membantu teman-teman mengupas banyak hal terkait BUMDes," paparnya.

Materi di hari pertama, akan dimulai dengan pembahasan yang berkaitan dengan Pemetaan Potensi Desa. Sebab lanjut Basyori, bentuk usaha BUMDes itu tidak murni bisnis.

"Jika kita kembali ke Undang-Undang Desa, BUMDes adalah usaha yang sifatnya bisnis sosial. BUMDes ini disiapkan untuk melihat peluang dan masalah yang ada di desa, dan itu diselesaikan melalui kegiatan usaha. Tentu ini tidak mudah," terangnya.

Sebaik-baiknya usaha BUMDes adalah yang berbasis potensi di desanya masing-masing. Maksudnya, jangan mengambil contoh dari luar dulu. Namun sebaliknya, carilah apa yang dapat membangun usaha melalui potensi yang ada di desa.

Kemudian hari kedua, pembahasan akan lebih ditekankan dari aspek Manajemen Usaha. Pada materi ini, para peserta akan diajarkan bagaimana caranya menganalisa, mengelola aset dan BUMDes dengan benar.

"Kita juga ajarkan mereka bagaimana membuat kegiatan usaha BUMDes dan study kelayakan. Dari survei 2010 lalu, ada 8 hal pokok yang menjadi masalah besar di BUMDes. Di antaranya SDM, manajemen usaha, jejaring dan sebagainya. Besok akan kita kupas," tegasnya.

Di tempat yang sama, Pendaming Desa Bangun Rejo dan Desa Embalut Yanti Ningsih merasa bersyukur dengan adanya pelatihan ini. Sebab sebelumnya, ia melihat bahwa teman-teman di desa ini kurang termotivasi.

"Dengan kegiatan ini, saya lihat teman-teman makin semangat dan termotivasi lagi. PT Kitadin ini sangat membantu untuk mencerahkan peluang dan potensi-potensi kita ke depannya," ujarnya.

Sependapat, Anggota Koperasi Desa Kerta Buana Tenggarong Seberang BUMDes ALAM SEJAHTERA, I Nyoman Ariasa berharap agar pelatihan ini memberikan dampak positif untuk peserta yang hadir.

"Mudahan kita bisa mendapat dampak positif dari sesi pelatihan ini, dan lebih berkembang lagi ke depannya. Harapannya, kita bisa menjalin kerja sama dengan perusahaan yang ada di lingkungan Desa Kerta Buana Alam Sejahtera," harapnya. (as)