Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pembinaan Ojol, DP3A Kaltim Dorong Usaha dan Permodalan Keluarga Driver

Raden Roro Mira Budi Asih
PERMODALAN: Sebagai mitra pelopor dan pelapor pencegahan kekerasan perempuan dan anak, ojol juga dibekali mengenai pengembangan ekonomi keluarga.
PERMODALAN: Sebagai mitra pelopor dan pelapor pencegahan kekerasan perempuan dan anak, ojol juga dibekali mengenai pengembangan ekonomi keluarga.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Upaya pencegahan kekerasan tidak berhenti pada edukasi di jalan. Pemerintah Kalimantan Timur kini mulai menyasar penguatan keluarga para pengemudi ojek online (ojol) sebagai fondasi utama perlindungan perempuan dan anak.


Advertisement

Pembinaan dilakukan rutin, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kaltim lewat agenda Ojol Berlian (Bersama Lindungi Anak) terus berkembang dari tahun ke tahun.

“Jadi diedukasi dan sosialisasi setiap tahunnya, sudah ada mengenai pencegahan kekerasan perempuan dan anak, kemudian bagaimana tertib berlalu lintas, apa peraturan-peraturan yang baru,” ujar Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak (PPPKA) DP3A Kaltim Junainah.

Tahun ini, fokus kegiatan diarahkan pada pengembangan ekonomi keluarga. “Dan yang tahun ini adalah tujuan kami untuk pengembangan keluarga mereka,” kata Junainah. Dia menegaskan, para ojol tetap menjalankan profesinya, namun keluarga didorong untuk ikut berkembang.

Advertisement

Menurut Junainah, istri dan anak pengemudi ojol menjadi sasaran utama penguatan ekonomi. “Mungkin saja istrinya di rumah mau berkembang bikin kue atau kuliner atau buka salon atau mungkin buka jahit atau usaha lainnya,” katanya.

Anak-anak pun diarahkan untuk berani berwirausaha. “Bisa saja anak mereka itu enggak mau kuliah tapi mau buka bengkel, atau mau buka counter servis HP,” lanjutnya.

Untuk mendukung hal tersebut, DP3A menghadirkan Bank Syariah Indonesia (BSI). “Makanya dalam pertemuan tadi kami mengundang Bank Syariah Indonesia,” ujar Junainah saat agenda Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak Bersama Ojol Berlian, Senin (9/2). Tujuannya agar keluarga ojol memahami akses permodalan.

Advertisement

Selain itu, agenda juga menghadirkan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Samarinda yang menyampaikan materi terkait keselamatan berkendara. Materi meliputi safety riding, etika berlalu lintas, hingga dasar hukum Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Peraturan Polri Nomor 15 Tahun 2013.

Junainah menegaskan kemitraan antara pemerintah dan komunitas ojol menjadi kunci utama. “Karenanya pemerintah dan komunitas ojol harus selalu bermitra. Itu yang terpenting bagi kami,” katanya. Dia juga menekankan pentingnya kedekatan antara ojol dan pemerintah.

Kegiatan dihadiri 350 pengemudi ojol online dari berbagai aplikator, sebagai bagian dari agenda rutin DP3A Kaltim dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Ratusan Pelari Perempuan Ramaikan Sisterhood Run 2026 di Samarinda, Kampanyekan Lari Aman dan Inklusif

Ratusan Pelari Perempuan Ramaikan Sisterhood Run 2026 di Samarinda, Kampanyekan Lari Aman dan Inklusif

Ratusan pelari perempuan mengikuti Sisterhood Run 2026 di Samarinda untuk kampanye lari aman dan sehat.

REMBUK ETAM: DP3A Kaltim Perkuat Edukasi untuk Cegah Anak Jadi Korban Lubang Bekas Tambang

REMBUK ETAM: DP3A Kaltim Perkuat Edukasi untuk Cegah Anak Jadi Korban Lubang Bekas Tambang

DP3A Kaltim memperkuat edukasi dan kolaborasi lintas sektor untuk mencegah anak menjadi korban lubang tambang.

Terjebak Kabut Asap Karhutla Palangka Raya, Penghasilan Driver Ojol Ambles

Terjebak Kabut Asap Karhutla Palangka Raya, Penghasilan Driver Ojol Ambles

Kabut asap Palangka Raya akibat karhutla mengganggu aktivitas warga. Ada dampak lain yang kini dirasakan pengemudi ojol di lapangan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer