Dalam Hitungan Triwulan, Ekonomi Kaltim Tumbuh Tipis 0,88 Persen


KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) pada triwulan III 2025 kembali menunjukkan kinerja positif, meski lajunya melambat dibandingkan periode sebelumnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, ekonomi Kaltim tumbuh 0,88 persen secara quarter to quarter (q-to-q), melambat dari triwulan II 2025 yang tumbuh 2,26 persen.
Dijelaskan Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana, pada periode itu terdapat dua belas lapangan usaha yang tumbuh positif, sementara lima lainnya mengalami kontraksi. “Ekonomi Kaltim Triwulan III 2025 dibandingkan Triwulan II 2025 tumbuh 0,88 persen. Jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi triwulan sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Triwulan III 2025 juga mengalami perlambatan,” ujarnya.
Tiga sektor dengan pertumbuhan tertinggi adalah Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum yang naik 4,90 persen, disusul Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang sebesar 3,27 persen, serta Jasa Pendidikan yang tumbuh 2,22 persen.
Menariknya, dua sektor utama penggerak ekonomi Kaltim juga tetap tumbuh positif. “Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian pada periode ini juga menunjukkan pertumbuhan yang positif sebesar 1,28 persen, sementara Lapangan Usaha Industri Pengolahan tumbuh positif sebesar 1,20 persen,” jelas Yusniar.
Namun, tidak semua sektor mencatatkan hasil menggembirakan. BPS mencatat tiga sektor mengalami kontraksi, yakni Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang turun 0,78 persen, Jasa Keuangan dan Asuransi turun 2,58 persen, serta Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib yang terkontraksi 2,97 persen.
Jika dilihat dari sumber pertumbuhan ekonomi, Yusniar menyebut terdapat dua belas lapangan usaha yang memberikan andil positif dan lima lainnya memberikan andil negatif terhadap pertumbuhan ekonomi Kaltim triwulan III 2025.
“Tiga lapangan usaha yang memberikan andil positif terbesar pada pertumbuhan ekonomi Kaltim, yaitu Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian 0,56 persen, lalu Lapangan Usaha Industri Pengolahan 0,24 persen, dan Lapangan Usaha Konstruksi 0,08 persen,” paparnya.
Sementara itu, tiga sektor dengan andil negatif terdalam terhadap kinerja ekonomi Kaltim berasal dari Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 0,06 persen, Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 0,05 persen, serta Jasa Keuangan dan Asuransi 0,04 persen.
Dengan tren pertumbuhan yang tetap positif, meski melambat, BPS menilai kondisi ekonomi Kaltim masih stabil. Kinerja sektor non-tambang yang mulai menguat dianggap menjadi sinyal baik bagi diversifikasi ekonomi di luar sektor ekstraktif. (*)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




