Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Digitalisasi Melesat, Kalimantan Timur Juara Nasional TP2DD dan TPID

Raden Roro Mira Budi Asih

 


Advertisement

Kaltim raih empat penghargaan TPID dan TP2DD dan ditargetkan mempertahankan kinerja digital sekaligus memperkokoh fondasi ekonomi regional.   
Kaltim raih empat penghargaan TPID dan TP2DD dan ditargetkan mempertahankan kinerja digital sekaligus memperkokoh fondasi ekonomi regional.  
 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Tepuk tangan bergemuruh saat Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Kaltim, Ujang Rachmad, menegaskan bahwa Bumi Etam akhirnya meraih penghargaan TP2DD (Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah) dan TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) sebagai juara pertama untuk pertama kalinya.

Momentum tersebut disebutnya sebagai bukti kuatnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. “Dan ini baru kali pertama kita peroleh. Tahun lalu kita di juara dua ya. Moga-moga tahun depan kita bisa pertahankan,” ujar Ujang dalam sambutannya.

Advertisement

Dia menambahkan bahwa penghargaan tersebut sekaligus menjadi tantangan baru untuk terus memperkuat koordinasi bersama Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan mitra strategis lainnya.

Tak hanya itu, juara TPID Kabupaten Berprestasi juga diraih Kutai Kartanegara. Serta juara 1 TP2DD Kota Terbaik yang disabet Balikpapan. Ujang menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Kaltim yang berperan besar dalam mendorong digitalisasi layanan publik.

“Ini menjadi standar baru dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi keuangan daerah,” tegasnya merujuk implementasi kartu kredit pemerintah daerah.

Advertisement

Di sisi lain, Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltim Bayuadi Hardiyanto menambahkan bahwa ekosistem digital turut menopang ketahanan ekonomi daerah.

“Di sistem pembayaran, akseptasi pembayaran non tunai semakin meningkat luas,” ujarnya saat Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim.

Bayuadi mencatat penggunaan QRIS telah menembus ratusan ribu pengguna. Fondasi digital itu dinilai mendukung transaksi masyarakat sekaligus memperkuat stabilitas sistem keuangan daerah. “Penyaluran kredit tumbuh kuat disertai dengan risiko kredit yang terus menunjukkan tren perbaikan,” ungkapnya.

Ujang pun menegaskan digitalisasi pemerintah daerah masih akan digenjot. Dia menyebut perlunya inovasi lanjutan untuk menjaga prestasi TP2DD. “Nah, ini tugas dari bersama dengan OJK juga nih,” katanya.

Dengan sinergi kuat antarlembaga, Kaltim ditargetkan dapat mempertahankan kinerja digital sekaligus memperkokoh fondasi ekonomi regional. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Inflasi Kaltim Diprediksi Naik pada Triwulan III, Pasokan Pangan dan Permintaan Jadi Risiko

Inflasi Kaltim Diprediksi Naik pada Triwulan III, Pasokan Pangan dan Permintaan Jadi Risiko

BI Kaltim prediksi inflasi naik pada triwulan III 2026. Simak faktor risiko pasokan pangan, permintaan agenda nasional, dan antisipasinya.

IKN Buka Peluang Investasi Perdagangan hingga Pariwisata, BI Dorong Sumber Ekonomi Baru Kaltim

IKN Buka Peluang Investasi Perdagangan hingga Pariwisata, BI Dorong Sumber Ekonomi Baru Kaltim

BI Kaltim mendorong ekonomi baru lewat investasi IKN. Sektor perdagangan hingga pariwisata jadi fokus utama di Mahakam Investment Forum 2026

Inflasi Kaltim Turun Jadi 3,20 Persen, Harga Emas Perhiasan Anjlok 7,21 Persen

Inflasi Kaltim Turun Jadi 3,20 Persen, Harga Emas Perhiasan Anjlok 7,21 Persen

Inflasi Kaltim turun ke 3,20 persen pada triwulan II 2026. Penurunan dipicu berakhirnya masa lebaran dan anjloknya harga emas perhiasan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer