Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Hasil Pertanian Menguat, NTP Kaltim Ikut Terkerek

Raden Roro Mira Budi Asih
HARGA: BPS Kaltim menyebut pendapatan yang diterima petani meningkat dibanding pengeluaran mereka. (IST)  
HARGA: BPS Kaltim menyebut pendapatan yang diterima petani meningkat dibanding pengeluaran mereka. (IST)    

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Daya beli petani di Kalimantan Timur menunjukkan perbaikan pada April 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 149,83 atau naik dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai menjelaskan, kenaikan NTP menandakan kondisi ekonomi petani di perdesaan relatif membaik. Sebab, pendapatan yang diterima petani dari hasil produksi pertanian meningkat lebih cepat dibandingkan pengeluaran mereka.

Advertisement

“Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan atau daya beli petani,” ujarnya.

Dia menerangkan, NTP dihitung dari perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani. Indikator tersebut juga menggambarkan daya tukar hasil pertanian terhadap barang dan jasa konsumsi maupun biaya produksi.

Advertisement

Berdasarkan hasil pemantauan harga di enam kabupaten, yakni Paser, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Berau, dan Penajam Paser Utara, NTP April 2026 tercatat naik 1,24 persen dibanding Maret 2026.

Kenaikan dipicu meningkatnya indeks harga hasil produksi pertanian 1,64 persen. Sementara itu, indeks harga yang dibayar petani hanya naik 0,39 persen.

“Hal ini disebabkan karena harga yang mereka terima mengalami kenaikan yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga yang mereka bayar terhadap tahun dasar 2018,” jelasnya.

Secara tahunan, NTP April 2026 juga mengalami pertumbuhan 2,92 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Ada dua subsektor yang mengalami kenaikan NTP selama April 2026.

Subsektor hortikultura naik 0,87 persen, sedangkan subsektor tanaman perkebunan rakyat meningkat paling tinggi 2,24 persen. Di sisi lain, tiga subsektor mengalami penurunan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Ekonomi Kaltim Melambat, DPRD Ingatkan Ancaman Penurunan Daya Beli Masyarakat

Ekonomi Kaltim Melambat, DPRD Ingatkan Ancaman Penurunan Daya Beli Masyarakat

Ekonomi Kaltim melambat. DPRD mengingatkan pemerintah menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan sektor pertambangan.

NTP Petani Kaltim Naik 1,99 Persen, Daya Beli Petani Menguat

NTP Petani Kaltim Naik 1,99 Persen, Daya Beli Petani Menguat

Nilai Tukar Petani (NTP) di Kalimantan Timur mengalami kenaikan. Hal itu dipengaruhi harga yang diterima petani lebih tinggi.

Pemerintah Putuskan Tarif Listrik Tak Naik hingga September 2026

Pemerintah Putuskan Tarif Listrik Tak Naik hingga September 2026

Pemerintah menetapkan tarif listrik PLN Triwulan III 2026 atau periode Juli–September tetap dan tidak mengalami kenaikan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer