Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Punya Sesar Aktif hingga Bisa Picu Gempa Besar, Ini Daftar Wilayah di Kalimantan yang Rawan Hasil Monitoring Stasiun Geofisika

Dina Angelina • Selasa, 30 Desember 2025 | 18:14 WIB

 

Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan Rasmid
Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan Rasmid

BALIKPAPAN - Berdasarkan monitoring Stasiun Geofisika Balikpapan, tercatat sudah terjadi 850-900 kali gempa di Kalimantan dalam kurun waktu 100 tahun terakhir. Termasuk gempa-gempa besar.

Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan Rasmid mengatakan, beberapa sesar aktif kini terus mengalami peningkatan aktivitas. Pertama Sesar Tarakan sepanjang 100 kilometer membentang dari Tarakan hingga Pulau Bunyu.

“Kemudian Sesar Mangkalihat, aktivitasnya sekarang meningkat jauh lebih besar 2-3 kali lipat dari tahun sebelumnya,” ungkapnya. Jika bergerak bersama memiliki potensi gempa magnitudo 7.0.

Lalu aktivitas Sesar Sangkulirang yang pernah memicu gempa besar bermagnitudo 7,0 pada 1921. Itu memicu tsunami setinggi 1 meter.

Selanjutnya Sesar Meratus di sepanjang Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan. “Itu juga panjangnya sekitar 100-110 kilometer dengan potensi gempa magnitudo sekitar 7,0,” tuturnya.

Serta Sesar Adang sebagai sesar terpanjang di Kalimantan. Dia membelah dari Singkawang Pontianak hingga pesisir timur Kabupaten Paser. Pusat atau gempa bumi ya di sekitar sesar-sesar tersebut.

“Gempa terjadi akibat kulit bumi yang sobek atau patah,” ucapnya. Kondisi berbeda dialami Kalimantan bagian tengah. Relatif stabil karena berada di tengah-tengah lempeng tektonik dan jauh dari stres Sulawesi.

Jadi pusat-pusat gempa bumi di Kalimantan bersumber dari sesar yang tadi.  “Tarakan, Berau, Mangkalihat, Bontang. Itu masih ada ke selatannya Paser sampai ke Banjarmasin,” tutupnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
#Stasiun Geofisika Balikpapan #Meratus #Pulau Bunyu #kalimantan #gempa #Lempeng Tektonik #sesar aktif