Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Lawan Maut! Aksi Heroik Nenek di Kaltim Selamatkan Cucu dari Mulut Buaya

Ari Arief • Rabu, 18 Februari 2026 | 16:35 WIB

Ilustrasi sang nenek menerjang buaya yang menerkam cucunya.
Ilustrasi sang nenek menerjang buaya yang menerkam cucunya.

KALTIMPOST.ID,KALTIM-Kisah dramatis sekaligus mengerikan menimpa seorang nenek bernama Ernawati (65) di Desa Sepaso Barat, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur. Ia harus bertaruh nyawa demi menyelamatkan cucunya, Firman Anugrah (10), yang disambar buaya saat sedang bermain air.

Peristiwa ini terjadi pada Selasa (17/2/2026) siang sekitar pukul 13.00 Wita. Saat itu, kondisi air di depan rumah korban sedang pasang tinggi. Sang cucu yang sedang menikmati masa liburan di rumah neneknya tersebut mendadak diterkam predator air pada bagian betis.

"Melihat cucunya dalam bahaya, nenek Ernawati langsung bereaksi menolong. Namun, setelah berhasil menyelamatkan cucunya, giliran sang nenek yang diserang buaya tersebut," ungkap Kapolsek Bengalon, AKP Asriadi, kepada wartawan.

Baca Juga: Warga Bengalon Diserang Buaya Saat Halaman Rumah Banjir, Dua Orang Luka-Luka

Beruntung, aksi saling tarik tersebut diketahui oleh seorang warga sekitar bernama Fatmawati (44). Berkat bantuan saksi, kedua korban berhasil lepas dari maut. Akibat kejadian ini, Firman mengalami luka serius pada bagian kaki, sementara Ernawati menderita luka robek di tangan kanannya.

Keduanya sempat dilarikan ke RS Elisabeth untuk mendapatkan penanganan medis. Kabar terbaru menyebutkan bahwa baik nenek maupun cucu tersebut kini sudah diizinkan pulang ke rumah.

Konflik Manusia-Buaya di Bengalon Meningkat

AKP Asriadi mengakui bahwa wilayah Bengalon memang rawan konflik antara manusia dan buaya. Hal ini disebabkan banyaknya pemukiman warga yang berdiri di atas kawasan rawa atau bantaran sungai.

Baca Juga: Maraknya Serangan Buaya di Paser, Butuh Solusi Lintas Instansi

"Bahkan beberapa kali buaya sampai naik ke teras rumah warga. Sebelumnya juga sempat ada kejadian anak-anak yang disambar sampai terguling, tapi syukurnya selamat," tambahnya.

Menyikapi kejadian yang terus berulang, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur. Wacana mengenai relokasi buaya, seperti yang pernah diterapkan di Balikpapan, sempat disinggung oleh bupati Kutai Timur, meski teknis pelaksanaannya masih dalam tahap pembahasan.

Untuk mencegah jatuhnya korban baru, polisi mengimbau warga agar ekstra waspada saat beraktivitas di area perairan. Pihak perusahaan di sekitar lokasi juga telah memasang papan peringatan di titik-titik rawan kemunculan buaya.(*)

Editor : Hernawati
#nenek #kutai timur #buaya #air