Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

10 Ikan Bermekuri Tinggi yang Sering Dimakan Warga RI, Ini Daftar & Risikonya

I
Penulis: Ilmidza❯
Salah satu daftar ikan bermekuri tinggi.
Salah satu daftar ikan bermekuri tinggi.

KALTIMPOST.ID, Sejumlah jenis ikan yang kerap hadir di meja makan masyarakat Indonesia ternyata masuk kategori memiliki kadar merkuri tinggi. Temuan ini kembali mengingatkan pentingnya memperhatikan jenis dan frekuensi konsumsi ikan, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, menyusui, serta anak-anak.


Advertisement

Mengutip data Food and Drug Administration (FDA) terdapat 10 jenis ikan dan produk laut yang memiliki kandungan merkuri tinggi maupun sedang, namun masih sering dikonsumsi di Indonesia. Kandungan merkuri tersebut berasal dari akumulasi logam berat di laut, yang kemudian terperangkap dalam tubuh ikan ketika berada di puncak rantai makanan.

Ikan yang Mengandung Merkuri Tinggi

Berikut daftar ikan yang perlu diwaspadai karena kadar merkurinya tinggi dan sebaiknya dibatasi konsumsinya:

Baca Juga: 2 Hari Lagi Pencairan Gaji Pensiunan PNS, Taspen Ingatkan Verifikasi Data Jadi Kunci Kelancaran

  1. Ikan Tuna, termasuk beberapa variannya seperti albacore dan big eye tuna

  2. King Mackerel atau makarel besar

  3. Tuna Mata Besar (Big Eye Tuna)

  4. Ikan Todak (Swordfish)

  5. Ikan Hiu

  6. Ikan Jabad (Tilefish)

  7. Orange Roughy

  8. Ikan Marlin

Selain itu, dua jenis seafood yang tergolong berkadar sedang juga tetap perlu diperhatikan jika dikonsumsi sering dan dalam jumlah besar, yakni lobster dan barramundi (bass).

Risiko terhadap Kesehatan

Merkuri merupakan logam berat yang dapat mengganggu sistem saraf, terutama jika terakumulasi dalam tubuh dalam jangka panjang. Para ahli menekankan bahwa paparan merkuri berlebih bisa berdampak pada perkembangan otak janin serta fungsi saraf anak-anak, sehingga kelompok tersebut disarankan lebih selektif memilih jenis ikan konsumsi.

Advertisement

Meski demikian, ikan tetap menjadi sumber protein, omega-3, dan mineral penting, sehingga konsumsi tidak harus dihentikan sepenuhnya. Kuncinya adalah memilih jenis ikan yang rendah merkuri dan memperhatikan batas konsumsi mingguan, sesuai rekomendasi kesehatan.

Disarankan Konsumsi Secara Bijak

Pengamat pangan menyarankan masyarakat untuk mengimbangi konsumsi ikan laut besar dengan ikan kecil atau ikan air tawar, seperti sarden, bandeng, kembung, maupun lele, yang umumnya memiliki kandungan merkuri lebih rendah karena siklus hidupnya lebih pendek.

Pakar nutrisi juga menegaskan, memvariasikan jenis ikan dalam menu harian dapat menjadi cara aman tetap memperoleh manfaat protein tanpa terpapar merkuri secara berlebihan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

​Memasuki Musim Hujan, Orang Tua Imbau Waspadai Potensi Penyakit pada Anak

​Memasuki Musim Hujan, Orang Tua Imbau Waspadai Potensi Penyakit pada Anak

​Peralihan musim ke hujan rawan picu ISPA, DBD, dan diare pada anak. Simak gejala awal serta tanda bahaya yang harus diwaspadai!

Daftar 10 Negara Kesehatan Terbaik di Dunia 2026, Indonesia Posisi Berapa?

Daftar 10 Negara Kesehatan Terbaik di Dunia 2026, Indonesia Posisi Berapa?

​Islandia pimpin daftar kualitas kesehatan terbaik dunia 2026. Indonesia ada di posisi 89, tertinggal dari Malaysia dan Singapura.

​Mana yang Lebih Butuh Saat Sakit, Vitamin C atau Vitamin D?

​Mana yang Lebih Butuh Saat Sakit, Vitamin C atau Vitamin D?

​Perlu minum vitamin C saat sakit? Ternyata cuma mitos! Simak saran ahli kesehatan dan pentingnya vitamin D di sini.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer