Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada GERD Intai Usia Dini, Pakar Beberkan Pemicu Gaya Hidup dan Solusi Terapi Asam Lambung

A
Penulis: Agus Prayitno❯
Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam (kedua kiri), Ketua PB PGI, mengungkap kasus GERD sudah menyerang anak usia 6 tahun akibat pola makan sejak dini. (Foto: Delis/KP)
Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam (kedua kiri), Ketua PB PGI, mengungkap kasus GERD sudah menyerang anak usia 6 tahun akibat pola makan sejak dini. (Foto: Delis/KP)

Advertisement

KALTIMPOST.ID, Jakarta - Gangguan refluks gastroesofagus atau GERD kini tidak lagi identik sebagai keluhan kesehatan orang dewasa, melainkan mulai banyak ditemukan pada anak-anak hingga usia remaja.

Pergeseran tren penyakit asam lambung tersebut banyak dipicu oleh perubahan pola konsumsi harian serta kebiasaan hidup yang kurang tepat sejak usia dini.

Pemeriksaan endoskopi saluran cerna di fasilitas kesehatan rujukan bahkan menemukan kasus peradangan lambung telah terjadi pada pasien anak berusia enam tahun.

"Penyakit ini mulai kena pada anak-anak. Di RSCM, di pusat endoskopi saluran cerna itu endoskopi bersama-sama dengan dokter anak, kasus-kasus itu bahkan umur-umur enam tahun sudah kena," ungkap Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, MMB, Sp.PD, K-GEH, FACG, FACP, Ketua Pengurus Besar Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PB PGI), Jum'at (18/9).

Pola Makan Pemicu Pelemahan Katup Lambung

Pelemahan klep antara lambung dan kerongkongan pada usia belia kerap berakar dari konsumsi makanan tertentu secara berlebihan sejak kecil, seperti cokelat dan keju.

Baca Juga: ​Penyebab Laptop Cepat Panas Saat Penggunaan Ringan dan Cara Mengatasinya

Kebiasaan langsung merebahkan diri atau tidur sesaat setelah makan juga memperbesar risiko cairan asam lambung naik kembali ke saluran cerna bagian atas.

"Anak-anak itu dari kecil sudah mengonsumsi cokelat dan keju. Konsumsi cokelat dan keju itu menyebabkan pelemahan klep antara lambung dan esofagus, belum lagi kecenderungan orang tua sehabis memberi makan anaknya langsung disuruh tidur," terang Prof Ari.

Tren Kuliner Pedas Berlevel dan Porsi Berlebih

Memasuki usia remaja, risiko gangguan asam lambung kian meningkat seiring popularitas ragam jajanan bercita rasa pedas ekstrem yang memakai tingkatan level.

Selain itu, tren menyantap hidangan dalam jumlah masif seperti konsep makan sepuasnya (all you can eat) dalam durasi terbatas turut membebani kerja lambung secara mendadak.

"Usia-usia remaja sekarang memang lagi tren makanan pedas yang berlevel-level. Kemudian juga all you can eat, dalam waktu singkat lambung diisi makanan yang dibatasi dua jam sehingga lambung dilatasi dan berpotensi memicu refluks," beber Prof Ari.

Inovasi Penanganan Medis dan Gejala Luar Kerongkongan

Dalam penanganan klinis, pasien dengan keluhan sensasi dada terbakar (heartburn), mulut pahit, hingga mual kini mendapatkan pemantauan melalui sistem skor diagnostik yang ketat.

Baca Juga: Siklus 10 Tahunan Terulang: El Nino Parah Melanda Kaltim, Hujan Baru Turun Akhir Tahun?

Penelitian medis terbaru terus menguji efektivitas obat penekan asam lambung generasi mutakhir guna mempercepat pemulihan luka dinding lambung serta menekan keluhan mual lebih optimal dibanding terapi terdahulu seperti esomeprazole.

"Ternyata pasien-pasien itu angka mualnya lebih baik diobati dengan obat ini (Fexuprazan) dibandingkan dengan esomeprazole. Artinya GERD diobati, mual karena sakit maag juga bisa teratasi," tandas sang dokter.

Refluks asam lambung yang tidak ditangani dengan baik berisiko menyebar ke area luar kerongkongan (ekstra-esofagus), menimbulkan komplikasi seperti batuk kronis menahun hingga suara serak.

Advertisement

Penerapan pola makan berimbang, pembatasan konsumsi pemicu iritasi, serta jeda waktu minimal dua jam sebelum berbaring menjadi kunci utama mencegah keparahan GERD pada generasi muda.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Terapi Baru GERD Masuk Indonesia, Apa Bedanya dengan Obat Asam Lambung yang Selama Ini Digunakan?

Terapi Baru GERD Masuk Indonesia, Apa Bedanya dengan Obat Asam Lambung yang Selama Ini Digunakan?

Terapi baru GERD berbasis P-CAB hadir di Indonesia. Simak bukti klinis, manfaat, dan perkembangan pengobatan esofagitis erosif.

Fexuprazan Resmi Masuk Indonesia, Obat Lambung Generasi Baru yang Lebih Cepat dan Kuat Atasi GERD

Fexuprazan Resmi Masuk Indonesia, Obat Lambung Generasi Baru yang Lebih Cepat dan Kuat Atasi GERD

Pasar obat lambung Indonesia tembus Rp 2,55 T. Fexuprazan, terapi P-CAB anyar untuk GERD, resmi diluncurkan Daewoong di IDDW Jakarta.

Waspada GERD Berat, Kenali Gejala, Komplikasi, dan Cara Mengelolanya

Waspada GERD Berat, Kenali Gejala, Komplikasi, dan Cara Mengelolanya

Jangan sepelekan GERD berat! Kenali gejala bahaya seperti muntah darah, komplikasi, serta tips mengelola stres dan pola hidup.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer