Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Biar Nutrisi Maksimal, Jangan Asal Olah Ikan Gabus Pascaoperasi

A
Penulis: Ari Arief❯
Ikan gabus
Ikan gabus

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID,BOGOR–Ikan gabus populer sebagai makanan pendamping untuk mempercepat pemulihan luka pascaoperasi, khususnya operasi caesar. Namun, agar kandungan gizinya tidak rusak, cara pengolahan ikan tawar ini tidak boleh sembarangan.

Guru Besar Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Prof Ahmad Sulaeman, menyarankan agar masyarakat mengolah ikan gabus dengan cara direbus atau dikukus. Metode ini dinilai paling efektif menjaga kandungan nutrisi di dalamnya.

“Yang paling bagus adalah dikukus atau direbus, bisa dibuat sup. Metode ini membantu menjaga kandungan zat gizi dalam ikan gabus sehingga manfaatnya diperoleh secara optimal selama masa pemulihan,” kata Prof Ahmad merujuk publikasi di laman resmi IPB University.

Ia menjelaskan, keunggulan utama ikan gabus terletak pada kandungan protein jenis albumin. Albumin memegang peranan krusial sebagai bahan baku utama tubuh dalam proses regenerasi sel dan pembentukan jaringan baru, sehingga luka pascaoperasi dapat menutup dan mengering lebih cepat.

Selain albumin, ikan gabus juga kaya akan kalsium, fosfor, zat besi, serta asam lemak omega-3 yang berperan penting mengembalikan kebugaran ibu setelah melahirkan.

Terkait takaran konsumsi harian untuk mempercepat penyembuhan luka pascaoperasi caesar, Prof Ahmad memberikan acuan dosis. Konsumsi ikan gabus segar disarankan sekitar 500 gram per hari. Sementara bagi masyarakat yang memilih bentuk praktis berupa ekstrak ikan gabus, dosis sekitar 500 miligram per hari dinilai sudah mencukupi.(*)

Advertisement
Editor : Thomas Priyandoko
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Jangan Salah Kaprah, Anak Pendek Tak Selalu Stunting, Bisa Jadi Gangguan Hormon

Jangan Salah Kaprah, Anak Pendek Tak Selalu Stunting, Bisa Jadi Gangguan Hormon

Anak pendek tak selalu stunting. Orang tua diimbau rutin pantau grafik pertumbuhan untuk deteksi dini gangguan hormon dan genetik anak.

Awas Otak Menciut! Ahli Ingatkan Bahaya Kebiasaan Makan Asal Kenyang

Awas Otak Menciut! Ahli Ingatkan Bahaya Kebiasaan Makan Asal Kenyang

Pasokan darah ke otak yang mencapai 25 persen dari total aliran darah dalam tubuh, sangat bergantung pada kualitas asupan nutrisi.

Kreasi Tumpeng Ikan Gabus DWP Kubar: Sajian Bergizi Tinggi Penopang Ekonomi

Kreasi Tumpeng Ikan Gabus DWP Kubar: Sajian Bergizi Tinggi Penopang Ekonomi

DWP Kutai Barat menggelar lomba tumpeng berbahan ikan gabus untuk mendorong kreativitas dan pemanfaatan pangan lokal.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer