
KALTIMPOST.ID, Topik mengenai produk pembalut wanita sempat menjadi perbincangan hangat di platform media sosial Threads setelah terungkap bahwa barang esensial menstruasi ini belum dikategorikan sebagai produk bebas pajak.
Di Indonesia sendiri, pembalut sekali pakai masih menjadi pilihan utama bagi mayoritas wanita karena faktor kepraktisan dan kemudahan mendapatkannya di berbagai tempat. Kendati demikian, seiring meningkatnya kesadaran akan kesehatan dan lingkungan, tersedia pula beberapa opsi alternatif untuk menampung darah haid, mulai dari pembalut kain, menstrual cup, hingga tampon.
Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai jenis-jenis alternatif tersebut beserta panduan penggunaannya:
1. Pembalut Kain
Menurut Guru Besar Tetap Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sekaligus Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan, Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, Sp.O.G(K), (Prof. Ovi), penggunaan pembalut kain sangat diperbolehkan asalkan aspek kebersihannya dijaga secara ketat.
- Cara Membersihkan: Cuci pembalut kain hingga benar-benar bersih menggunakan sabun di bawah air mengalir. Setelah itu, jemur di bawah sinar matahari dan pastikan kering secara sempurna.
- Proses Sterilisasi: Prof. Ovi menyarankan agar pembalut kain yang sudah kering disetrika terlebih dahulu sebelum digunakan kembali. Langkah ini bertujuan untuk membunuh kuman atau bakteri yang mungkin masih menempel.
- Waktu Penggantian: Saat beraktivitas di luar rumah, tantangan pembalut kain adalah durasi penggantiannya. Jika sudah terasa penuh—bahkan sebelum durasi 3 jam—pengguna harus segera menggantinya demi mencegah risiko infeksi.
- Menjaga Higienitas: Selalu cuci tangan menggunakan sabun baik sebelum maupun sesudah mengganti pembalut.
Alasan Pentingnya Kebersihan:
Selama masa menstruasi, tingkat keasaman (pH) vagina cenderung menurun akibat kehadiran darah haid. Kondisi ini memicu peningkatan jumlah bakteri jahat, sehingga risiko terjadinya infeksi pada area kewanitaan menjadi lebih tinggi jika kebersihan tidak dijaga dengan optimal.
2. Menstrual Cup (Cawan Menstruasi)
Menstrual cup merupakan alat penampung darah haid berbentuk corong atau lonceng yang bersifat fleksibel. Berbeda dengan pembalut yang menyerap, alat ini berfungsi untuk menampung cairan.
- Bahan Pembuatan: Terbuat dari bahan yang aman bagi tubuh, seperti silikon medis, karet, atau lateks.
- Kapasitas dan Daya Tahan: Alat ini mampu menampung darah haid hingga sekitar 40 ml dan dapat dipakai dalam durasi yang relatif lebih lama, yakni berkisar 6 jam.
- Kelebihan: Daya tampungnya yang besar dan durasi pakai yang lama membuat menstrual cup sangat praktis diandalkan untuk menunjang berbagai aktivitas fisik di luar ruangan seperti jogging, hiking, gym, hingga berenang.
3. Tampon
Tampon adalah produk penyerap darah menstruasi berbentuk silinder yang terbuat dari bahan katun, rayon, atau kombinasi keduanya.
- Cara Kerja: Tampon dimasukkan ke dalam liang vagina untuk menyerap darah dari dalam tubuh. Di dalam, tampon akan mengembang secara alami menyesuaikan anatomi tubuh dan dilengkapi dengan tali khusus di bagian ujungnya untuk memudahkan proses pelepasan.
- Jenis Tampon: Terdapat dua jenis di pasaran, yaitu versi sekali pakai dan versi yang bisa digunakan kembali (reusable). Namun, penting untuk dicatat bahwa hanya tampon sekali pakai yang telah mengantongi izin resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) untuk dibuang setelah satu kali pemakaian.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

