Kenali Bahaya "Fatty Liver": Si Organ Introvert yang Sering Luput dari Perhatian

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Perlemakan hati atau fatty liver kerap kali berkembang tanpa disadari oleh penderitanya. Kondisi ini sering kali berlangsung tanpa keluhan berarti, sehingga banyak orang baru mengetahui adanya penumpukan lemak di organ hati setelah menjalani pemeriksaan kesehatan rutin.
Hal tersebut dijelaskan oleh dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroentero-hepatologi, Irsan Hasan, dalam temu media beberapa waktu lalu. Menurutnya, sebagian besar penderita fatty liver tidak mengalami gejala klinis yang khas.
"Sebagian besar tidak bergejala. Kalau mudah lelah, nyeri perut kanan atas, rasa tidak nyaman, itu enggak selalu ada," tutur dokter yang praktik di Eka Hospital MT Haryono Jakarta tersebut.
Irsan mengibaratkan hati sebagai organ yang "introvert". Gangguan pada organ vital ini tidak selalu langsung dirasakan karena jaringan hati sendiri tidak memiliki persarafan nyeri seperti bagian tubuh lainnya.
"Liver ini organ introvert. Kenapa liver tidak bergejala? Karena tidak ada saraf, jadi tidak ada nyeri," jelasnya.
Akibat karakteristik tersebut, banyak pasien baru mengetahui kondisi perlemakan hatinya setelah hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya kelainan fungsi hati.
Mudah Lelah sebagai Indikator Umum
Meski sering tanpa gejala, rasa lelah kronis merupakan salah satu keluhan yang kerap dialami penderita. Namun, tanda ini tidak spesifik dan sering kali menyerupai kelelahan akibat aktivitas biasa.
Sebagai organ yang memiliki lebih dari 500 fungsi penting—termasuk menyimpan cadangan energi dalam bentuk glikogen, memproduksi protein, hingga menetralisir zat sisa dalam darah—kinerja hati dapat terganggu ketika sel-selnya dipenuhi tumpukan lemak.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

