Asap Karhutla Bisa Picu Bronkitis pada Anak, Benarkah Perlu Antibiotik?

KALTIMPOST.ID - Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan pada anak. Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah bronkitis pada anak akibat asap karhutla.
Paparan asap yang mengandung partikel halus dan polutan dapat mengganggu saluran pernapasan, terutama pada anak-anak. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena sistem kekebalan tubuh dan organ pernapasan anak masih dalam tahap perkembangan.
Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Khairiyadi Ismail, SpA, Subsp Respi(K), menjelaskan bahwa asap karhutla tidak hanya berpotensi memperburuk asma. Paparan polusi tersebut juga dapat melemahkan pertahanan alami saluran pernapasan sehingga anak lebih rentan mengalami infeksi.
Baca Juga: Balita Susah Pakai Masker Saat Karhutla? Ini Solusi untuk Orang Tua Lindungi Anak dari Asap
Asap Karhutla Bisa Memicu Bronkitis pada Anak
Selama musim karhutla, anak-anak menjadi kelompok yang perlu mendapatkan perhatian lebih. Partikel halus yang terhirup dapat menimbulkan iritasi pada saluran pernapasan dan memicu berbagai gangguan kesehatan.
Menurut dr Khairiyadi, paparan asap polusi karhutla memang dapat menyebabkan bronkitis, khususnya bronkitis yang dipicu oleh iritasi akibat polutan.
"Iya, bisa memicu bronkitis. Dalam artian bronkitis yang karena iritan, karena polutan ya. Itu bisa," kata dr Khairiyadi dilansir dari Detikhealt, Kamis (5/11).
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak asap karhutla tidak hanya berkaitan dengan batuk atau gangguan pernapasan ringan. Paparan polusi juga dapat memengaruhi kondisi saluran napas anak dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan yang membutuhkan pemeriksaan medis.
Gejalanya Bisa Mirip, Jangan Asal Memberikan Antibiotik
Salah satu tantangan dalam menangani gangguan pernapasan akibat asap karhutla adalah kemiripan gejalanya. Beberapa penyakit pada saluran pernapasan dapat menunjukkan tanda-tanda yang hampir sama sehingga sulit dibedakan tanpa pemeriksaan tenaga medis.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




