Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tiga Jam Lebih Sehari Pakai Headset, Awas Dampaknya bagi Kesehatan Mental

I
Penulis: Ilmidza❯
Dampak pakai headset lebih dari 3 jam.
Dampak pakai headset lebih dari 3 jam.

Advertisement

KALTIMPOST.ID, Penggunaan headset atau headphone telah menjadi bagian dari gaya hidup harian banyak orang. Perangkat audio ini kerap diandalkan untuk mendengarkan musik maupun podcast saat bekerja, berolahraga, hingga bepergian. Namun, kebiasaan mendengarkan audio secara terus-menerus ternyata menyimpan dampak kurang baik bagi kesehatan mental dan kehidupan sosial.

​Data Edison Research mencatat bahwa kelompok usia 13 hingga 34 tahun rata-rata menghabiskan waktu hingga 4,5 jam sehari untuk mendengarkan audio melalui perangkat personal. Para ahli pun mengingatkan agar masyarakat mulai membatasi durasi pemakaiannya.

​Berikut adalah sejumlah dampak negatif akibat penggunaan headset yang terlalu sering:

Advertisement

​1. Mengikis Interaksi Sosial

​Memakai headset secara tidak langsung menciptakan benteng isolasi dari lingkungan sekitar. Profesor informatika dari University of California, Irvine, Gloria Mark menyebutkan bahwa banyak orang tanpa sadar menggunakan headset sebagai sekat sosial. Akibatnya, momen interaksi sederhana seperti menyapa tetangga atau berbincang ringkas dengan rekan di perjalanan menjadi terlewatkan. Padahal, komunikasi ringan tersebut penting untuk menjaga kesejahteraan emosional.

​2. Memicu Rasa Kesepian

Advertisement

​Kebiasaan mengurung diri dengan lantunan suara audio juga berpotensi memicu kesepian. Pendiri Center for Healthy Minds dari University of Wisconsin–Madison, Richard Davidson mengamati sekitar 90 persen mahasiswa di kampusnya selalu mengenakan headset. Kondisi ini menutup ruang untuk menjalin relasi baru dengan orang di sekitar. Hubungan sosial yang minim dalam jangka panjang dapat mereduksi rasa keterikatan antarindividu.

​3. Sulit Menikmati Keheningan

​Ketergantungan pada suara hiburan membuat seseorang makin asing dengan suasana tenang. Gloria Mark menilai masyarakat masa kini mulai kehilangan kemampuan untuk duduk diam dan membiarkan pikiran beristirahat tanpa distraksi. Kerap kali, musik atau podcast hanya menjadi pelarian sementara dari rasa cemas. Begitu perangkat dilepas, pikiran yang mengganggu kerap muncul kembali.

​4. Sulit Mengenali Lingkungan Sekitar

Advertisement
Editor : Ilmidza
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

​Memasuki Musim Hujan, Orang Tua Imbau Waspadai Potensi Penyakit pada Anak

​Memasuki Musim Hujan, Orang Tua Imbau Waspadai Potensi Penyakit pada Anak

​Peralihan musim ke hujan rawan picu ISPA, DBD, dan diare pada anak. Simak gejala awal serta tanda bahaya yang harus diwaspadai!

Daftar 10 Negara Kesehatan Terbaik di Dunia 2026, Indonesia Posisi Berapa?

Daftar 10 Negara Kesehatan Terbaik di Dunia 2026, Indonesia Posisi Berapa?

​Islandia pimpin daftar kualitas kesehatan terbaik dunia 2026. Indonesia ada di posisi 89, tertinggal dari Malaysia dan Singapura.

​Mana yang Lebih Butuh Saat Sakit, Vitamin C atau Vitamin D?

​Mana yang Lebih Butuh Saat Sakit, Vitamin C atau Vitamin D?

​Perlu minum vitamin C saat sakit? Ternyata cuma mitos! Simak saran ahli kesehatan dan pentingnya vitamin D di sini.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer