Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Herbal Kalimantan: Etnis Kutai di Daerah Menamang, Gunakan Kayu Serai dari IKN untuk Pemulihan Wanita Pasca Melahirkan

Dwi Puspitarini • Rabu, 21 Agustus 2024 | 19:26 WIB

 

Keberadaan kayu serai yang berlimpah di alam sekitar, terutama di daerah IKN, menjadikan tanaman ini sebagai solusi alami yang selalu dapat diandalkan oleh masyarakat Kutai.
Keberadaan kayu serai yang berlimpah di alam sekitar, terutama di daerah IKN, menjadikan tanaman ini sebagai solusi alami yang selalu dapat diandalkan oleh masyarakat Kutai.

 

KALTIMPOST.ID, Kayu serai atau salam, yang dikenal dalam bahasa ilmiahnya sebagai Syzygium polyanthum, telah lama menjadi bagian penting dari tradisi pengobatan etnis Kutai di Kalimantan Timur.

Masyarakat Kutai, khususnya yang tinggal di daerah Menamang, meyakini bahwa kayu serai dari IKN memiliki khasiat luar biasa yang dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit, seperti diare, ambeien, dan penyakit izinnya.

Salah satu cara pemanfaatan kayu serai yang terkenal di kalangan etnis Kutai adalah penggunaan kulit batangnya, terutama untuk wanita pasca melahirkan.

Setelah melahirkan, wanita di wilayah ini disarankan untuk meminum air rebusan kulit bagian dalam batang kayu serai. Ramuan ini dipercaya dapat membantu proses pemulihan dan mempercepat kesehatan pasca melahirkan.

Untuk menjaga agar khasiatnya tetap terjaga, masyarakat Kutai mengawetkan kulit batang kayu serai dengan menjemurnya.

Proses ini memastikan bahwa bahan herbal ini dapat digunakan kapan saja diperlukan, terutama saat ada anggota keluarga yang membutuhkan pengobatan tradisional.

Penelitian awal terhadap kulit batang kayu serai menunjukkan bahwa ia mengandung berbagai senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan.

Uji metabolit sekunder mengungkapkan adanya polifenolat, tanin, steroid, kuinen, dan saponin. Senyawa-senyawa ini memiliki potensi untuk berfungsi sebagai anti-inflamasi, antioksidan, dan agen antimikroba, yang sangat bermanfaat dalam pengobatan tradisional.

Sebagai bagian dari warisan budaya dan pengetahuan lokal, penggunaan kayu serai menunjukkan pentingnya pemanfaatan sumber daya alam untuk menjaga kesehatan.

Ini juga mencerminkan hubungan harmonis antara masyarakat Kutai dengan alam di sekitar mereka. Dengan pemahaman yang mendalam tentang tanaman obat ini, masyarakat Kutai tidak hanya merawat kesehatan mereka tetapi juga melestarikan pengetahuan tradisional yang berharga.

Ketersediaan kayu serai di lingkungan sekitar membuatnya mudah diakses oleh masyarakat. Ini menjadikan kayu serai sebagai alternatif pengobatan yang alami dan berkelanjutan.

Masyarakat Kutai terus menerus memanfaatkan khasiat kayu serai, menjadikannya bagian dari gaya hidup mereka yang sehat dan alami.

Dengan semakin berkembangnya minat terhadap pengobatan tradisional dan herbal, pengetahuan tentang kayu serai dapat menjadi jembatan untuk lebih memahami dan mengapresiasi nilai-nilai tradisional dalam menjaga kesehatan. (*)

 

Editor : Dwi Puspitarini
#IKN #Etnis Kutai #Pemulihan Wanita Pasca Melahirkan #Menamang #herbal kalimantan #Kayu serai