Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Tika Mega Lestari Istri Pesulap Merah Idap Anemia Aplastik, Apakah Penyakit Langka Ini Bisa Disembuhkan? Berikut Penjelasannya

Monika Dwi Hermawan • Kamis, 29 Januari 2026 | 00:02 WIB
Tika Mega Lestari, istri Pesulap Merah yang meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit langka
Tika Mega Lestari, istri Pesulap Merah yang meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit langka

KALTIMPOST.ID, Dunia hiburan Indonesia kembali diselimuti duka. Kabar sedih kali ini datang dari keluarga Marcel Radhival, atau yang lebih dikenal sebagai Pesulap Merah, sosok yang sering muncul di televisi pada tahun 2022 lalu.

Sang Istri, Tika Mega Lestari, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa dini hari (27/1) setelah berjuang melawan penyakit langka yang telah diidapnya sejak lama.

Penyakit yang dimaksud adalah anemia aplastik. Selain itu, almarhumah juga dikabarkan mengidap komplikasi lain.

Namun, penyakit anemia aplastik yang menjadi perhatian publik karena sifatnya masih langka. Kondisi ini berbeda dengan anemia biasa yang umumnya disebabkan oleh kekurangan zat besi.

Jika anemia biasa terjadi karena kurangnya pasokan sel darah merah, anemia aplastik jauh lebih kompleks karena sumsum tulang belakang tidak mampu lagi menghasilkan sel darah baru dalam jumlah yang cukup.

Akibatnya, seluruh komponen darah, mulai dari sel darah merah, sel darah putih, hingga trombosit mengalami penurunan drastis.

Gejala yang muncul pun cenderung lebih ekstrem. Selain kelelahan hebat, penderita anemia aplastik dapat mengalami memar, luka yang sulit mengering, hingga perdarahan spontan.

Penyakit ini umumnya menyerang kelompok usia produktif 20-an hingga lansia, baik karena faktor keturunan maupun faktor eksternal lainnya.

Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini meningkatkan risiko komplikasi serius seperti leukemia dan kanker lainnya.

Lantas, apakah anemia aplastik bisa disembuhkan?

Meskipun menyandang status penyakit langka, anemia aplastik sebenarnya masih bisa diobati. Menurut dr. M. Hamdan Yuwafii, Sp.PD, dokter spesialis penyakit dalam, melalui kanal YouTube RSUD dr. Iskak, ia menyebutkan bahwa peluang kesembuhan bergantung pada beberapa hal.

Jika penyebabnya sudah diketahui, misalnya akibat paparan obat-obatan, tumor, atau kehamilan, proses penyembuhan bisa dilakukan dengan menghilangkan pemicu tersebut.

Namun, pada kasus yang penyebabnya tidak diketahui, tingkat kesembuhan sangat bergantung pada usia pasien.

Usia muda cenderung memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat untuk merespons pengobatan, sehingga mudah diobati.

Selain faktor usia, tingkat keparahan penyakit juga menjadi penentu utama. Mengutip dari Aplastic Anemia and MDS International Foundation (AAMDSIF), terdapat tiga tingkat keparahan anemia aplastik, yakni:

1. Anemia Aplastik Sedang

Jumlah sel darah rendah, tetapi belum kritis. Gejala yang muncul minim, dan kondisi pasien bisa stabil selama bertahun-tahun tanpa pengobatan intensif.

2. Anemia Aplastik Berat

Kondisi di mana jumlah neutrofil, retikulosit, dan trombosit berada di bawah ambang batas normal yang sangat rendah.

3. Anemia Aplastik Sangat Parah

Ditandai dengan jumlah neutrofil kurang dari 200 per mikroliter, yang membuat kondisi pasien sangat kritis dan hasil pemeriksaan darah terlihat parah.

Peluang kesembuhan tertinggi biasanya ada pada tingkat rendah hingga sedang, dipengaruhi juga oleh seberapa baik tubuh pasien merespons terapi imunosupresif, tidak adanya penyakit komplikasi lain seperti kanker, serta ketersediaan pendonor sumsum tulang yang cocok. (*)

Editor : Almasrifah
#Istri Pesulap merah Tika Mega Lestari meninggal dunia #Pesulap Merah #anemia aplastik #kabar duka