Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pisang Gapit, Camilan Tradisional Banjar yang Melekat di Balikpapan

Khoirun Nisa • Rabu, 27 Agustus 2025 | 08:40 WIB
Pisang gapit.
Pisang gapit.

KALTIMPOST.ID, Berbicara tentang kuliner khas Balikpapan, tentu tak lengkap tanpa menyebut amplang, camilan kerupuk ikan yang sudah melekat sebagai oleh-oleh favorit.

Namun, selain amplang, ada satu camilan tradisional yang tak kalah menggoda dan punya cerita panjang, yaitu Pisang Gapit.

Mungkin bagi sebagian orang, pisang gapit masih terdengar asing. Tapi bagi warga Balikpapan dan sekitarnya, camilan manis yang satu ini sudah menjadi bagian dari keseharian dan budaya lokal.

Dari aroma khas pembakarannya hingga saus gula merah legit yang menyelimuti pisang, semuanya terasa sangat akrab dan mengundang nostalgia.

Tidak hanya sekadar camilan, pisang gapit adalah warisan budaya yang menunjukkan bagaimana tradisi kuliner Banjar bisa beradaptasi dan melebur dengan kehidupan masyarakat Kalimantan Timur, khususnya di Balikpapan.

Dari sejarah hingga rasa, mari kita kenali lebih dalam tentang pisang gapit, si manis legendaris yang sudah melekat di hati banyak orang.

Apa Itu Pisang Gapit?

"Pisang Gapit" berasal dari kata “gapit” dalam bahasa Banjar yang berarti “jepit”. Sesuai namanya, pisang ini dijepit dengan alat khusus dari kayu atau besi, lalu dibakar di atas bara api hingga matang dan sedikit berkaramel.

Biasanya menggunakan pisang kepok yang sudah setengah matang agar teksturnya tetap padat dan tidak mudah hancur saat dibakar.

Setelah matang, pisang disiram dengan saus khas yang terbuat dari gula merah, santan, garam, dan sedikit larutan tepung maizena untuk memberi rasa manis legit dan gurih.

Berakar dari Budaya Banjar

Pisang Gapit memiliki akar yang kuat dari tradisi kuliner masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan. Teknik memasak pisang dengan cara dijepit dan dibakar adalah ciri khas kuliner Banjar yang turun-temurun.

Seiring pergerakan dan penyebaran masyarakat Banjar ke Kalimantan Timur, camilan ini ikut terbawa dan berkembang, hingga menjadi favorit masyarakat Balikpapan.

Ikon Kuliner Balikpapan

Di Balikpapan, Pisang Gapit mudah ditemukan di banyak tempat, mulai dari pasar tradisional, pedagang kaki lima, hingga area wisata seperti Pantai Manggar dan Pasar Kebun Sayur. Aromanya yang harum dan rasa manis legitnya selalu menggoda siapapun yang lewat.

Banyak penjual pisang gapit bahkan sudah menjalankan usahanya selama puluhan tahun, menjadikan camilan ini bukan hanya makanan, tapi juga bagian dari cerita dan budaya lokal.

Camilan yang Tak Lekang oleh Waktu

Meski dunia kuliner terus berkembang, pisang gapit tetap dicintai lintas generasi. Camilan ini cocok dinikmati kapan saja, terutama saat sore hari ditemani segelas teh atau kopi hangat.

Jadi, saat kamu datang ke Balikpapan, jangan lupa mencicipi Pisang Gapit. Manisnya yang khas dan aroma bakarnya akan membawa kamu pada pengalaman kuliner yang autentik dan penuh cerita. (*)

Editor : Almasrifah
#tradisi kuliner #Kuliner Banjar #kuliner khas balikpapan #pisang gapit #Ikon Kuliner Balikpapan