Hadiri Ritual Pejeak Pamper, Bupati Frederick Edwin Tegaskan Komitmen Penanganan Karhutla.

KALTIMPOST.ID, SENDAWAR - Di tengah tantangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dihadapi daerah, ikhtiar spiritual dan langkah taktis berjalan beriringan di Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Bupati Kubar, Frederick Edwin, menghadiri ritual adat Pejeak Pamper atau Tepung Tawar yang digelar di Taman Budaya Sendawar, Kamis (29/10/2026).
Prosesi sakral ini tidak hanya menjadi wujud ungkapan syukur dan pelestarian kearifan lokal, tetapi juga momentum penting bagi pemerintah daerah untuk menegaskan komitmen serius dalam menanggulangi persoalan karhutla.
Baca Juga: Bentengi Pelajar dari Pinjol, Pemkab Kutim dan OJK Gelar Edukasi Keuangan
Kehadiran Bupati dalam ritual tersebut turut didampingi oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) serta sejumlah pejabat penting di lingkungan Pemkab Kubar. Di antaranya, Asisten III Setkab Kubar, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, serta perwakilan Polres Kubar.
Dalam sambutannya, Bupati Frederick Edwin mengungkapkan bahwa ritual adat Pejeak Pamper memiliki makna filosofis yang sangat mendalam bagi masyarakat Kutai Barat sebagai sarana permohonan keselamatan dan tolak bala.
"Ritual adat Pejeak Pamper atau Tepung Tawar ini memiliki arti yang sangat mendalam bagi kita. Maksud dan tujuan utamanya adalah untuk memohon perlindungan, keselamatan, serta membuang segala hal buruk agar daerah kita senantiasa diberkahi," ujar Frederick Edwin di hadapan para tokoh adat dan tamu undangan.
Ia berharap melalui doa dan pelaksanaan tradisi ini, seluruh warga Kutai Barat senantiasa diberikan kesehatan, ketenteraman, serta perlindungan dari segala marabahaya maupun bencana.
Selain menekankan pentingnya merawat nilai-nilai adat dan kebersamaan, Bupati juga mengalihkan fokus perhatian pada penanganan karhutla yang tengah diupayakan oleh pemerintah daerah. Ia mengajak masyarakat untuk tetap tenang, saling mendukung, dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
"Saya mengimbau dan berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat Kutai Barat agar tetap bersabar menghadapi cobaan musibah karhutla ini. Pemerintah daerah tidak tinggal diam dan terus berupaya secara maksimal di lapangan untuk menanggulangi serta memadamkan titik-titik api yang ada," tegasnya.
Sebagai bentuk keseriusan penanganan lintas sektor, Bupati memaparkan bahwa Pemkab Kutai Barat telah menggandeng pihak swasta. Langkah taktis ini diwujudkan dengan memanggil sejumlah pimpinan perusahaan yang beroperasi di wilayah Kubar agar turut mengerahkan bantuan sarana dan prasarana dalam penanggulangan kebakaran.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




