Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Transformasi Jalur Ekstrem, Ruas Sp Belusuh – Batas Kalteng Kini Mulus

S
MULUS: Selamat tinggal jalan rusak, tampak foto udara kini ruas Gunung Pancuran kini full rigid beton.
MULUS: Selamat tinggal jalan rusak, tampak foto udara kini ruas Gunung Pancuran kini full rigid beton.

Advertisement

SENDAWAR— Wajah infrastruktur di pedalaman Kutai Barat kini menunjukkan perubahan signifikan. Ruas jalan Simpang (Sp) Belusuh yang menghubungkan wilayah perbatasan Kalimantan Tengah terus berproses menjadi jalur yang nyaman dan aman bagi mobilitas masyarakat.

Pekerjaan preservasi jalan yang digarap oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur melalui kontraktor pelaksana PT Bumi Karsa berhasil meredam salah satu titik paling krusial yang selama ini dikeluhkan para pengendara.

Kawasan tanjakan Gunung Odang yang dulunya dikenal sebagai momok menakutkan kini telah bertransformasi. Melalui sentuhan pembangunan jalan rigid beton, jalur yang dulunya sempit, terjal, dan menyulitkan kendaraan berat kini tampil jauh lebih lebar dan mulus.

Advertisement

Tidak hanya berhenti di Gunung Odang, perbaikan masif juga menyasar titik-titik rawan kecelakaan lainnya, salah satunya adalah tanjakan Gunung Lantuq. Dikenal sebagai salah satu tanjakan paling ekstrem di ruas tersebut, medan ini sering kali memakan korban akibat curamnya kemiringan jalan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN Kaltim 1.9, Joko Sudik menjelaskan bahwa pihaknya tidak sekadar melakukan pengerasan permukaan, tetapi juga merombak total geometri jalan di titik-titik krusial tersebut.

"Selain pekerjaan rigid beton, di tanjakan tersebut juga dilakukan pekerjaan cut and fill agar kontur jalan menjadi jauh lebih landai," ujar Joko. Jumat (30/10/2026). 

Advertisement

Langkah rekayasa teknik cut and fill (galian dan timbunan) ini berhasil memangkas kemiringan ekstrem, sehingga kendaraan kini dapat melintas dengan tingkat keamanan yang jauh lebih baik. Selain fokus pada badan jalan, rangkaian pekerjaan preservasi ini juga mencakup penataan sistem drainase serta pemasangan culvert box di sejumlah titik strategis guna mengantisipasi genangan air dan potensi longsor.

Perubahan drastis ini langsung dirasakan oleh masyarakat setempat. Adrian, salah seorang warga Kecamatan Bentian, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas progres pembangunan infrastruktur ini.

"Jauh lebih baik, sejumlah tanjakan ekstrem sudah mulai mantap jalannya," ungkap Adrian dengan nada lega. Kenyamanan berkendara di jalur ini kini semakin lengkap.

Di samping Gunung Odang dan Lantuq, progres pengerjaan rigid beton di kawasan Gunung Pancuran juga dilaporkan hampir rampung sepenuhnya. Dengan mulusnya permukaan jalan di titik-titik tersebut, roda perekonomian dan arus distribusi logistik masyarakat antarkabupaten kini dipastikan dapat berjalan dengan jauh lebih lancar, aman, dan efisien. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kabar Baik Warga Kubar: Ruas Jalan Muara Muntai-Belusuh Mulai Mulus Dicor Beton

Kabar Baik Warga Kubar: Ruas Jalan Muara Muntai-Belusuh Mulai Mulus Dicor Beton

Preservasi ruas Muara Muntai–Belusuh berlanjut. Pengendara diingatkan mematuhi MST 8 ton dan ketentuan dimensi kendaraan.

Belum Lama Diperbaiki, Tambalan Besi Jembatan Lembak Bengalon Kembali Rusak

Belum Lama Diperbaiki, Tambalan Besi Jembatan Lembak Bengalon Kembali Rusak

Belum lama digunakan, lintasan sementara di Jembatan Lembak, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur (Kutim), kembali mengalami kerusakan.

Perbaikan Jalan Syarifuddin Yoes Balikpapan Hampir Rampung, Siap Dibuka Penuh

Perbaikan Jalan Syarifuddin Yoes Balikpapan Hampir Rampung, Siap Dibuka Penuh

Perbaikan jalan longsor di Jalan Syarifuddin Yoes Balikpapan memasuki tahap akhir. Sebanyak 100 bore pile telah terpasang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer