DPRD Kukar Desak Penanganan Turap Taman Musik, Dinas PU Libatkan Polnes dan Unmul

KALTIMPOST.ID, TENGGARONG - Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani meminta kerusakan turap Taman Musik Tenggarong segera ditangani. Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar menyiapkan kajian untuk menentukan apakah struktur cukup diperbaiki dan diperkuat atau perlu dibongkar untuk dibangun kembali.
Ahmad Yani bersama Kepala Dinas PU Kukar Wiyono meninjau kawasan Taman Musik dan turap sekitar Jembatan Kedaton Agung di Jalan Kartini, Selasa (3/11/2026). Menurut Ahmad Yani, kerusakan diperkirakan membentang sekitar 50 meter.
“Yang pasti, kerusakan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Taman Musik merupakan salah satu ikon atau maskot Kabupaten Kutai Kartanegara yang harus dijaga keberadaan dan daya tariknya sebagai destinasi wisata,” kata Ahmad Yani.
Baca Juga: Resmikan SAE Pastarung, Bupati Kukar Usulkan Pemanfaatan Lahan Eks Tambang untuk Usaha Produktif
Ia meminta penanganan mempertimbangkan keamanan, kekuatan konstruksi, estetika kawasan, serta kebutuhan anggaran. Menurutnya, kajian diperlukan untuk menentukan kelayakan struktur yang masih ada dan pilihan perbaikannya.
Ahmad Yani juga menyoroti pentingnya memperhitungkan kondisi tanah dan tekanan terhadap konstruksi. “Karakteristik tanah, beban timbunan, serta tekanan lainnya semestinya diperhitungkan sejak tahap perencanaan pembangunan,” ujarnya.
Sementara itu, Wiyono mengatakan, kajian direncanakan melibatkan akademisi Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) dan Universitas Mulawarman (Unmul) pada November 2026. Perbaikan fisik diharapkan dapat direalisasikan pada 2027 apabila memungkinkan.
Berdasarkan pengamatan awal yang disampaikan Wiyono, pergeseran turap diperkirakan sekitar 50 sentimeter. Besaran pergeseran tersebut masih perlu dipastikan melalui pengukuran dan kajian teknis.
“Kami tidak ingin perbaikan dilakukan hanya untuk sementara, kemudian kerusakan serupa kembali terjadi. Karena itu, aspek kekuatan dan ketahanan konstruksi untuk jangka panjang harus menjadi perhatian utama,” kata Wiyono.
Menurutnya, struktur yang telah bergeser membutuhkan penanganan berbeda dibandingkan konstruksi dalam kondisi normal. Hasil kajian akan menjadi dasar pemilihan metode sekaligus perhitungan anggaran.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




