Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Warga Lanjut Usia di Kutim Bakal Punya Sekolah, Ini Konsepnya

Jufriadi
Penulis: Jufriadi❯
Kepala DPPKB Kutim Achmad Junaidi
Kepala DPPKB Kutim Achmad Junaidi

KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Warga lanjut usia (Lansia) di Kutai Timur (Kutim) bakal memiliki ruang belajar dan aktivitas khusus mulai 2026. Pemerintah menyiapkan program Sekolah Lansia yang ditujukan untuk mendukung kesehatan, kemandirian, serta pengembangan potensi lansia secara berkelanjutan.


Advertisement

Program akan dijalankan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim dan menjadi terobosan baru karena belum pernah diterapkan sebelumnya.

“Saya targetkan paling lambat akhir Januari ini sudah mulai kita luncurkan,” ujar Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi.

Pada tahap awal, warga lansia di Kecamatan Sangatta Utara akan menjadi sasaran pertama. Wilayah tersebut dipilih karena jumlah lansianya cukup besar dan aksesnya relatif mudah, sehingga memudahkan keikutsertaan peserta.

Advertisement

Achmad menyebut pelaksanaan Sekolah Lansia tidak hanya terpusat di tingkat kecamatan. Program ini dirancang agar lebih dekat dengan tempat tinggal peserta mencangkup hingga desa dan kelurahan.

“Kita tidak ingin lansia harus datang terlalu jauh. Jadi nanti konsepnya tiga desa satu kelurahan itu ada Sekolah Lansia. Ini supaya jemput bolanya lebih efektif,” jelasnya.

Kata dia, lansia tidak hanya mendapatkan pembinaan kesehatan, tetapi juga kesempatan bersosialisasi dan mengembangkan keterampilan. Seluruh kegiatan akan memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia di lingkungan masyarakat.

Advertisement

“Tidak perlu bangunan khusus. Bisa di balai desa, kantor kecamatan, gereja, masjid, atau tempat lain yang memungkinkan lansia berkumpul,” katanya.

Ia memastikan seluruh warga lanjut usia dapat mengikuti kegiatan tanpa biaya dan tanpa pembatasan jumlah peserta.

Dalam pelaksanaannya, Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) bersama kader Bina Keluarga Lansia (BKL) akan mendampingi kegiatan. Sejumlah perangkat daerah juga dilibatkan untuk memastikan layanan yang diberikan menyentuh kebutuhan lansia.

Selain itu, pengembangan minat dan bakat juga menjadi bagian dari kurikulum kegiatan yang akan difasilitasi melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

“Kita lihat bakat lansianya. Kalau ada yang berbakat seni, kita arahkan ke kesenian tradisional atau modern. Bisa juga kursus membatik, pastry, bakery, dan keterampilan lainnya,” tutupnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Lansia Kutim Kini Punya Sekolah, Dibekali Agar Tetap Sehat dan Produktif di Usia Senja

Lansia Kutim Kini Punya Sekolah, Dibekali Agar Tetap Sehat dan Produktif di Usia Senja

Pemkab Kutai Timur melalui DPPKB meluncurkan Program Sekolah Lansia yang diikuti 200 peserta. Membekali lansia di masa tua.

Masuk Daftar 3 Daerah 'Rapor Merah' Dokumen Kependudukan, Ini PR DPPKB Kutim

Masuk Daftar 3 Daerah 'Rapor Merah' Dokumen Kependudukan, Ini PR DPPKB Kutim

DPPKB Kutim melalui Tristiningsih kejar target draf penyusunan GDPK & PJPK selesai 2026. Perbup/Perda dipatok rampung maksimal 2027.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer