Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sapi Kurban di Sangatta Diperiksa Ketat, DTPHP Kutim Pasang Stiker Sehat

Jufriadi
Penulis: Jufriadi❯
PEMERIKSAAN: Tim DTPHP Kutim memeriksa kondisi sapi kurban di lapak penjualan kawasan Sangatta Utara, Selasa (12/5), sebelum ditempeli stiker sehat jelang Iduladha. (IST)
PEMERIKSAAN: Tim DTPHP Kutim memeriksa kondisi sapi kurban di lapak penjualan kawasan Sangatta Utara, Selasa (12/5), sebelum ditempeli stiker sehat jelang Iduladha. (IST)

Advertisement

SANGATTA – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutai Timur mulai memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Iduladha 1447 Hijriah. Pemeriksaan dilakukan di sejumlah lapak penjualan sapi kurban di kawasan Jalan AW Sjahranie, Sangatta Utara, Selasa (12/5).

Tim kesehatan hewan memeriksa kondisi fisik sapi sekaligus mengecek dokumen administrasi kesehatan milik pedagang. Hewan yang dinyatakan sehat dan memenuhi syarat kelayakan kurban langsung diberi stiker sehat sebagai penanda telah lolos pemeriksaan.

Advertisement

Plt Kepala Bidang Peternakan DTPHP Kutim drh Cut Meutia mengatakan pengawasan dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang beredar aman dan bebas penyakit.

“Pemeriksaan ini penting untuk memastikan hewan yang masuk dan dijual di Kutai Timur sudah melalui prosedur kesehatan yang sesuai. Semua harus dilengkapi surat jalan dan hasil uji laboratorium,” ujarnya mewakili Kepala DTPHP Kutim Dyah Ratnaningrum.

Menurut dia, hasil uji laboratorium harus menunjukkan status negatif penyakit sebelum hewan dinyatakan layak jual. Selain memeriksa dokumen, petugas juga mengecek kondisi mulut, kaki, dan pergerakan hewan untuk mendeteksi kemungkinan gejala penyakit menular.

Advertisement

Untuk memaksimalkan pengawasan, tim kesehatan dibagi ke dua wilayah kerja, yakni Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.

Dari hasil pemeriksaan sementara, seluruh sapi yang diperiksa dinyatakan sehat. Petugas hanya menemukan luka ringan pada salah satu sapi akibat proses distribusi selama perjalanan.

“Hanya luka ringan karena perjalanan. Bukan penyakit dan bisa segera pulih setelah diberi penanganan,” jelas Cut Meutia.

Sementara itu, pedagang sapi Sopyan mengaku pemeriksaan kesehatan membantu meningkatkan kepercayaan pembeli terhadap hewan kurban yang dijual.

“Kalau sudah diperiksa dan dinyatakan sehat, pembeli juga jadi lebih yakin,” katanya. Ia menyebut sebagian besar sapi yang dijual berasal dari Sulawesi, seperti Mamuju dan Bone, dengan dokumen kesehatan yang telah dilengkapi sebelum masuk ke Kutim.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

BRI BO Tanah Grogot Tebar Kepedulian Iduladha, Salurkan Daging Kurban dari Tiga Ekor Sapi

BRI BO Tanah Grogot Tebar Kepedulian Iduladha, Salurkan Daging Kurban dari Tiga Ekor Sapi

BRI BO Tanah Grogot kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat melalui penyaluran daging kurban pada momentum Hari Raya Iduladha

 Tebar Semangat Idul Adha untuk Masyarakat, PLN UIP KLT Salurkan 9 Hewan Kurban

Tebar Semangat Idul Adha untuk Masyarakat, PLN UIP KLT Salurkan 9 Hewan Kurban

Kehadiran PLN di tengah masyarakat tak hanya lewat infrastruktur ketenagalistrikan, tapi juga melalui kontribusi sosial yang berkelanjutan.

Taruna Gharda Mandiri dan Organisasi Gabungan Kubar Sembelih 2 Sapi Kurban di Barong Tongkok

Taruna Gharda Mandiri dan Organisasi Gabungan Kubar Sembelih 2 Sapi Kurban di Barong Tongkok

Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dimanfaatkan DPP Taruna Gharda Mandiri (TGM) bersama Organisasi Gabungan Kubar berbagi kepada warga

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer