Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

15 ASN Kutim Diduga Akali Absensi E-Kinerja, DPRD Minta Audit Menyeluruh

Jufriadi
Penulis: Jufriadi❯
Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi, meminta pemeriksaan menyeluruh terkait dugaan manipulasi absensi E-Kinerja oleh ASN di lingkungan Pemkab Kutim. (JUFRIADI/KALTIM POST)
Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi, meminta pemeriksaan menyeluruh terkait dugaan manipulasi absensi E-Kinerja oleh ASN di lingkungan Pemkab Kutim. (JUFRIADI/KALTIM POST)

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Dugaan manipulasi absensi elektronik yang melibatkan 15 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendapat sorotan DPRD Kutim.

Para ASN tersebut diduga menggunakan aplikasi pemalsu lokasi atau fake GPS untuk melakukan absensi pada sistem e-Kinerja.

Advertisement

Ketua DPRD Kutim, Jimmi, menilai kemampuan memanipulasi sistem seharusnya dimanfaatkan untuk hal yang positif, bukan melanggar aturan.

“Harusnya dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja dengan baik dan itu diarahkan ke hal yang baik dan benar,” ujarnya.

Advertisement

Menurut Jimmi, kasus tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Ia khawatir dugaan serupa juga terjadi di lingkungan ASN lainnya.

“Beberapa daerah lain jumlahnya lebih besar. Kita berharap itu tidak terjadi di sini,” katanya.

Ia mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang berhasil mendeteksi dugaan pelanggaran tersebut. Namun, sistem absensi dinilai perlu diperkuat agar tidak mudah dimanipulasi.

“Artinya versi absensi harus ditingkatkan. Harus versi yang tidak bisa diakali sama orang,” ucapnya.

Jimmi juga meminta pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada praktik serupa di instansi lain.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

577 ASN Cirebon Terancam Sanksi Gegara Fake GPS, Ribuan Pegawai Diperiksa BKPSDM

577 ASN Cirebon Terancam Sanksi Gegara Fake GPS, Ribuan Pegawai Diperiksa BKPSDM

Sebanyak 577 ASN Pemkab Cirebon diduga menggunakan aplikasi Fake GPS untuk memanipulasi lokasi saat absensi digital dan terancam sanksi.

PNS dan PPPK Wajib Tahu: Kecurangan Fake GPS dan Titip Absen Kini Terancam Sanksi Disiplin Berat

PNS dan PPPK Wajib Tahu: Kecurangan Fake GPS dan Titip Absen Kini Terancam Sanksi Disiplin Berat

Pemerintah integrasikan sistem presensi digital ASN secara nasional. Praktik titip absen dan penggunaan fake GPS terancam sanksi berat.

Terdeteksi Pakai Fake GPS hingga Akun Palsu, 15 ASN di Kutim Terancam Kena Sanksi

Terdeteksi Pakai Fake GPS hingga Akun Palsu, 15 ASN di Kutim Terancam Kena Sanksi

BKPSDM Kutai Timur (Kutim) menemukan dugaan manipulasi absensi elektronik yang dilakukan aparatur sipil negara (ASN)

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer