Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ujung Jembatan Lembak Bengalon Turun, Pemkab Kutim Minta Penanganan Segera  

Jufriadi
Penulis: Jufriadi❯
INFRASTRUKTUR: Ujung Jembatan Lembak di Desa Sepaso Timur, Kecamatan Bengalon mengalami penurunan pada salah satu sisi sehingga ujung jembatan tidak lagi sejajar dengan jalan. (IST)
INFRASTRUKTUR: Ujung Jembatan Lembak di Desa Sepaso Timur, Kecamatan Bengalon mengalami penurunan pada salah satu sisi sehingga ujung jembatan tidak lagi sejajar dengan jalan. (IST)

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Ujung Jembatan Lembak di Desa Sepaso Timur, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur (Kutim) mengalami penurunan. Kondisi itu membuat ujung jembatan tidak lagi sejajar dengan jalan dan berpotensi mengganggu kendaraan yang melintas.

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi meminta Dinas PUPR dan Dinas Perhubungan Kutim segera berkoordinasi dengan instansi yang memiliki kewenangan terhadap jembatan tersebut.

Advertisement

"Meskipun jembatan ini bukan kewenangan kabupaten, masyarakat tidak mau tahu soal itu. Yang mereka lihat dan mereka sasar adalah pemerintah setempat," kata Mahyunadi.

Jembatan Lembak berada di jalur poros nasional yang menghubungkan Bengalon dengan sejumlah wilayah di Kutim bagian timur. Di antaranya Kaliorang, Kaubun, Karangan, Sangkulirang dan Sandaran. Jalur tersebut juga menjadi salah satu akses menuju Kabupaten Berau.

Menurut Mahyunadi, kondisi jembatan perlu segera diperiksa untuk mengetahui penyebab dan tingkat penurunannya. Penanganan juga diperlukan untuk mencegah kerusakan semakin parah maupun munculnya risiko bagi pengguna jalan.

"Jangan sampai ada korban, kemudian pemerintah yang disalahkan karena kurang peduli dengan warganya. Kita harus kerjakan apa yang seharusnya bisa dikerjakan demi keselamatan pengguna jalan," tegasnya.

Mahyunadi menyebut pemeriksaan teknis menjadi langkah awal sebelum menentukan metode perbaikan. Dia meminta perangkat daerah terkait berkomunikasi dengan instansi teknis pemerintah provinsi dan BPJN.

"Ujung jembatan mengalami penurunan (settlement) yang menyebabkan permukaan jembatan tidak lagi sejajar dengan jalan pendekat," ujar Mahyunadi.

Di sisi lain, terdapat jalur alternatif melalui Desa Sepaso Selatan. Namun akses tersebut belum dapat menggantikan fungsi Jembatan Lembak. Sebagian ruas masih berupa jalan tanah, relatif sempit dan melewati kawasan permukiman.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Distribusi Air Bersih ke 70 Pelanggan Sekerat Sempat Terganggu akibat Pipa Bocor

Distribusi Air Bersih ke 70 Pelanggan Sekerat Sempat Terganggu akibat Pipa Bocor

Distribusi air bersih ke puluhan pelanggan di Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur (Kutim) sempat mengalami gangguan.

Dekat Koridor Tambang, Hutan Desa Tebangan Lembak Rawan Karhutla   

Dekat Koridor Tambang, Hutan Desa Tebangan Lembak Rawan Karhutla  

Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini mengintai kawasan pedalaman Desa Tebangan Lembak, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutim.

Jejak Transaksi Sabu Samarinda-Bengalon Terbongkar di Pondok Bengkel Mobil, Polisi Sita 1,86 Gram

Jejak Transaksi Sabu Samarinda-Bengalon Terbongkar di Pondok Bengkel Mobil, Polisi Sita 1,86 Gram

Praktik peredaran narkotika lintas wilayah dengan modus sistem jejak kembali terkuak di Kutai Timur (Kutim).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer