Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kekeringan Mengintai Petani Kutim di Awal Masa Tanam

Jufriadi
Penulis: Jufriadi❯
Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Kutim, Purno Edi. (JUFRIADI/KP)
Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Kutim, Purno Edi. (JUFRIADI/KP)

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Musim kemarau yang berlangsung sekitar sebulan terakhir mulai mengancam sektor pertanian di Kutai Timur (Kutim). Petani yang baru memasuki masa tanam menjadi kelompok paling rentan karena tanaman membutuhkan pasokan air pada fase awal pertumbuhan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim Purno Edi mengatakan, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan gagal panen jika kekeringan terus berlanjut.

Advertisement

"Kalau setelah tanam itu memang butuhnya untuk pertumbuhan terlebih dahulu, tapi kalau dari awal ini di satu bulan pertama ini kering, ini kita juga berisiko gagal panen," kata Purno.

Menurutnya, ancaman kekeringan menjadi salah satu dampak perubahan iklim yang kini mulai dirasakan langsung oleh sektor pertanian. Hingga kini, DTPHP Kutim masih mengumpulkan data terkait luasan lahan pertanian yang terdampak kekeringan.

Advertisement

Pendataan dilakukan untuk mengetahui tingkat dampak kemarau terhadap tanaman yang baru memasuki masa pertumbuhan.

DTPHP Kutim sebelumnya telah menyalurkan bantuan pompa air dari pemerintah pusat maupun daerah kepada petani. Bantuan tersebut diharapkan membantu petani mengairi lahan saat curah hujan menurun.

Namun, persoalan yang dihadapi saat ini bukan hanya ketersediaan pompa. Sumber air untuk mengoperasikan sarana irigasi tersebut juga mulai terbatas akibat kemarau berkepanjangan.

"Itu kan baru tanam, kemarin tanam bersama, habis itu sudah kekeringan, itu kasihan banget. Sekarang pertanyaannya bukan masalah pompa airnya atau sarananya, tapi sumber airnya," terangnya.

Pemerintah daerah kini menjajaki kerja sama dengan sejumlah pihak, termasuk perusahaan swasta, untuk mencari solusi atas keterbatasan sumber air.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

NTP Kaltim Tembus 148,66 pada September, Daya Beli Petani Menguat

NTP Kaltim Tembus 148,66 pada September, Daya Beli Petani Menguat

Nilai Tukar Petani di Kalimantan Timur mengalami kenaikan dibanding bulan sebelumnya. Hal itu dipengaruhi indeks harga yang diterima petani.

Harga Produk Hortikultura Melonjak 9,13 Persen, Tertinggi di Kaltim pada September

Harga Produk Hortikultura Melonjak 9,13 Persen, Tertinggi di Kaltim pada September

Harga hasil produksi hortikultura di Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami kenaikan paling tinggi dibandingkan subsektor pertanian lainnya.

Diterkam Buaya di Sungai Tebru Paser, Petani Ditemukan Tewas Mengenaskan

Diterkam Buaya di Sungai Tebru Paser, Petani Ditemukan Tewas Mengenaskan

Seorang petani asal Lampung Timur ditemukan tewas setelah diduga diterkam buaya di anak Sungai Tebru, Desa Tebru, Paser.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer