Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Teguran Keras Bupati Kutim Ardiansyah ke OPD Akibat Serapan APBD Rendah

Jufriadi
Penulis: Jufriadi❯
ARAHAN: Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman memimpin Rapat Pengendalian Operasional Kegiatan atau Radalok Triwulan III di Ruang Meranti, Kantor Sekretariat Kabupaten Kutim, Selasa (27/10). IST/KP
ARAHAN: Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman memimpin Rapat Pengendalian Operasional Kegiatan atau Radalok Triwulan III di Ruang Meranti, Kantor Sekretariat Kabupaten Kutim, Selasa (27/10). IST/KP

Advertisement

-
KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman mendesak seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) serta 18 camat untuk segera mempercepat realisasi program pembangunan. Instruksi ini muncul menyusul rendahnya serapan APBD 2026 yang baru mencapai 46,75 persen.

Arahan tersebut disampaikan langsung oleh Ardiansyah saat memimpin Rapat Pengendalian Operasional Kegiatan atau Radalok Triwulan III di Ruang Meranti, Kantor Sekretariat Kabupaten Kutim, Selasa (27/10). Ia menekankan agar perangkat daerah tidak lagi sekadar melaporkan rutinitas, melainkan melakukan tindakan nyata di lapangan.

"Hari ini kita berkumpul bukan sekadar mendengarkan laporan rutinitas atau menjadikan forum Radalok ini sebagai ajang brainstorming. Tidak! Saya minta kegiatan hari ini segera ditindaklanjuti dengan pelaksanaan tugas untuk mengejar progres pekerjaan secepat mungkin, apa pun kendalanya," tegas Ardiansyah dalam rapat tersebut.

Hingga saat ini, realisasi penyerapan APBD Kutai Timur 2026 tercatat sebesar Rp2,6 triliun dari total proyeksi anggaran Rp5,7 triliun. Rendahnya capaian ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah mengingat tahun anggaran akan segera berakhir.

Berdasarkan pemetaan dalam Radalok, terdapat 21 perangkat daerah yang masuk kategori kritis dengan capaian rendah. Beberapa di antaranya yakni Dinas Perhubungan (21,49 persen), Diskominfo (25,27 persen), Dinas PUPR (29,90 persen), serta Dinas Pemuda dan Olahraga (31,16 persen).

Advertisement

Selain itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mencatat realisasi 39,93 persen dan pihak kecamatan mencapai 40,91 persen. Sebanyak 32 perangkat daerah lainnya saat ini masuk dalam kategori waspada dan diminta segera meningkatkan pengendalian.

Ardiansyah menegaskan bahwa percepatan ini bukan hanya soal mengejar angka serapan anggaran. Ia ingin memastikan setiap program pembangunan berjalan tepat waktu dengan kualitas hasil yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Kutim. (adv)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Peringatan Hari Santri 2026 di Kutai Timur, Pemkab dan Kemenag Perkuat Peran Pesantren

Peringatan Hari Santri 2026 di Kutai Timur, Pemkab dan Kemenag Perkuat Peran Pesantren

Wabup Kutim Mahyunadi pimpin upacara Hari Santri 2026 di Ponpes Al-Munawwir Sangatta. Bacakan amanat Menag RI K.H. Nasaruddin Umar.

Jual Motor Curian ke Pengepul Besi Tua, Dua Pria di Kutai Timur Diringkus Polisi

Jual Motor Curian ke Pengepul Besi Tua, Dua Pria di Kutai Timur Diringkus Polisi

Polsek Sangkulirang mengamankan dua pria terkait dugaan pencurian motor di Kutai Timur. Kendaraan diduga dijual ke pengepul besi tua.

Sungai Susuk Dibendung PT SAI, Warga Kutai Timur Krisis Air

Sungai Susuk Dibendung PT SAI, Warga Kutai Timur Krisis Air

Warga Desa Susuk Dalam krisis air bersih akibat pembendungan sungai oleh perusahaan sawit. TAGUPP Kaltim turun tangan lakukan verifikasi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer