Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DLH Kutim Perluas Program Kampung Iklim, Dusun Jadi Basis Gerakan  

AJufriadi
Penulis: ADV, Jufriadi❯
Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kutim, Nurrahmi Asmalia. (Jufriadi/KP)
Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kutim, Nurrahmi Asmalia. (Jufriadi/KP)

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Upaya menghadapi perubahan iklim di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) diarahkan mulai dari lingkungan masyarakat paling kecil. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim mendorong pelaksanaan Program Kampung Iklim (ProKlim) hingga tingkat dusun agar kegiatan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim melibatkan warga secara langsung.

b

Advertisement

Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kutim, Nurrahmi Asmalia, mengatakan dusun menjadi salah satu basis utama pelaksanaan program tersebut. Masyarakat didorong melakukan berbagai kegiatan untuk mengurangi dampak perubahan iklim sekaligus meningkatkan kemampuan beradaptasi terhadap kondisi lingkungan.

“Dalam Program Kampung Iklim, cakupan paling kecil dimulai dari tingkat dusun. Masyarakat di sana didorong untuk melakukan berbagai upaya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim,” ujarnya.

Advertisement

Menurut dia, pelaksanaan ProKlim membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Tidak hanya perangkat dusun, tetapi juga kelompok masyarakat peduli api hingga komunitas yang menjalankan pengelolaan sampah secara mandiri.

Keterlibatan berbagai kelompok tersebut dinilai penting agar kegiatan lingkungan tidak berjalan sendiri-sendiri. Seluruh komponen masyarakat perlu mengambil peran sesuai kondisi dan potensi wilayah masing-masing.

“Karena itu, semua unsur yang ada di dusun perlu bergerak bersama. Mulai dari kelompok peduli api hingga masyarakat yang aktif mengelola sampah di lingkungannya,” jelasnya.

Nurrahmi menyebutkan, DLH Kutim menargetkan pelaksanaan ProKlim dapat menjangkau 130 desa. Namun, penerapannya dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan dan kapasitas masyarakat di masing-masing wilayah.

Pendekatan dari tingkat dusun diharapkan menjadi fondasi sebelum kegiatan diperluas ke wilayah desa. Dengan begitu, upaya menghadapi perubahan iklim tidak sebatas menjadi program pemerintah, tetapi juga menjadi gerakan masyarakat yang berkelanjutan. (adv)

Advertisement
Editor : Sukri Sikki
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Atasi Persoalan Lingkungan, Sangatta Selatan Matangkan Pengelolaan Sampah Berbasis RT

Atasi Persoalan Lingkungan, Sangatta Selatan Matangkan Pengelolaan Sampah Berbasis RT

Kecamatan Sangatta Selatan perkuat pengelolaan sampah berbasis RT. Camat Dewi dorong kesadaran warga pilah sampah dari rumah tangga.

RSUD Kudungga Buka Suara soal Dugaan Limbah B3, Tegaskan Insinerator Berizin dan Rutin Uji Emisi

RSUD Kudungga Buka Suara soal Dugaan Limbah B3, Tegaskan Insinerator Berizin dan Rutin Uji Emisi

RSUD Kudungga Kutai Timur memberikan klarifikasi terkait laporan dugaan pelanggaran pengelolaan limbah B3. Manajemen siap kooperatif.

Dugaan Pencemaran Laut di Pulau Miang, DLH Kutim Limpahkan Aduan ke Provinsi

Dugaan Pencemaran Laut di Pulau Miang, DLH Kutim Limpahkan Aduan ke Provinsi

DLH Kutai Timur melimpahkan pengaduan dugaan pencemaran perairan Pulau Miang kepada DLH Kalimantan Timur. Warga melaporkan air laut keruh.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer