Tanaman Terpapar Abu Vulkanik Bisa Mati? Simak Bahaya dan Langkah Aman Membersihkannya

KALTIMPOST.ID - Abu vulkanik yang berjatuhan setelah erupsi gunung api tak hanya mengganggu aktivitas warga. Material tersebut juga bisa berdampak pada tanaman di sekitar wilayah terdampak.
Tanaman terkena abu vulkanik dapat mengalami gangguan karena permukaan daun tertutup partikel abu. Kondisi ini membuat tanaman lebih sulit menerima cahaya matahari yang dibutuhkan untuk menghasilkan energi.
Namun, bukan berarti setiap tanaman yang terkena abu vulkanik akan langsung mati. Tingkat kerusakan sangat bergantung pada banyaknya abu yang menempel, jenis tanaman, serta berapa lama tanaman terpapar.
Baca Juga: Tips Memilih Susu Formula Anak: Perhatikan Komposisi Utama hingga Proses Pengolahan
Daun Bisa Mengering hingga Rontok
Salah satu dampak abu vulkanik yang paling mudah terlihat terdapat pada bagian daun. Lapisan abu dapat menghalangi cahaya matahari dan mengganggu pertukaran udara pada daun.
Jika paparan cukup berat, daun tanaman dapat mengalami perubahan warna, mengering, layu, hingga akhirnya rontok.
Partikel abu juga dapat memiliki permukaan kasar. Karena itu, gesekan pada daun yang tertutup abu berpotensi menyebabkan kerusakan pada permukaannya.
Dampak abu vulkanik tidak berhenti pada bagian tanaman yang berada di atas permukaan tanah. Abu yang menumpuk cukup tebal dapat mengubah kondisi tanah di sekitar akar.
Perubahan tersebut dapat memengaruhi pergerakan air dan udara di dalam tanah. Tanaman muda dengan sistem akar yang belum kuat dapat lebih rentan mengalami gangguan.
Meski begitu, material vulkanik juga membawa sejumlah mineral yang dalam kondisi tertentu dapat memberikan tambahan unsur pada tanah dalam jangka panjang.
Artinya, tanaman terkena abu vulkanik tidak otomatis menjadi lebih subur setelah erupsi. Kondisi tanah, karakter abu, dan ketebalan endapan tetap menjadi faktor penting.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




