Menurut Prof. Dr. Hardiono Sp.A(K) melalui tayangan Youtube Tentang Anak berikut ini penyebab gangguan speech delay.
1. Gangguan Pendengaran
Proses berbicara diawali dari meniru hal yang didengar anak. Karena itu, pendengaran anak harus baik. Di rumah sakit yang baik, saat baru dilahirkan, anak akan langsung dilakukan tes pendengaran sebagai upaya preventif jika terdapat gangguan pendengaran.
Atau, saat anak usia 6 bulan, orangtua bisa memastikan dengan memanggil nama anak dari arah belakang, jika tidak ada gangguan pendengaran, anak pasti akan menoleh.
2. Gangguan Otot-Otot Mulut atau Oromotor
Gangguan ini menyebabkan anak sulit mengucapkan artikulasi yang benar. Sehingga, pada usia 2 tahun, anak akan tetap banyak berbicara namun tidak jelas.
3. Functional Delay
Terlambat bicara ini biasanya dipengaruhi faktor keturunan. Ada dari bapak atau ibu yang saat kecil juga mengalami keterlambatan berbicara.
Saat anak seusianya sudah mulai berbicara, functional delay belum memulai apapun. Namun, anak akan menyusul di berusia 2 tahun, dan berbicaranya menjadi lebih banyak.
4. Autism
Merupakan gangguan perkembangan serius yang mengganggu kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi.
Di samping itu, dari penyebab di atas, akan terlihat beberapa gejala yang dapat orangtua amati untuk mengetahui anak mengalami speech delay atau tidak. Menurut halodoc.com, segera periksakan anak jika mengalami gejala berikut.
- Di usia 12 bulan, anak tidak mampu menunjuk atau melambaikan tangan.
- Di usia 18 bulan, anak lebih memilih menggunakan isyarat ketimbang berbicara dan kesulitan menirukan suara.
- Di usia 2 tahun, anak hanya dapat meniru ucapan atau tindakan, tidak mampu berbicara spontan, tidak dapat mengungkapkan permintaannya dan tidak mampu mengikuti petunjuk sederhana.
- Tidak bereaksi ketika dipanggil.
- Menghindari kontak mata ketika diajak berbicara.
- Kesulitan menyebutkan benda-benda di sekitarnya.
- Belum lancar merangkai dua atau tiga kata sekaligus.