Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadhan? Ini Penjelasannya!

Dwi Puspitarini • Minggu, 23 Maret 2025 | 16:47 WIB
Ilustrasi orang sakit.
Ilustrasi orang sakit.

KALTIMPOST.ID, Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan.

Namun, banyak orang justru mengalami sakit di penghujung bulan suci ini.

Batuk, pilek, sakit perut, bahkan sakit gigi bisa datang tanpa diduga. Apakah ini kebetulan semata atau ada hikmah di baliknya?

Syeikh Ali Jaber pernah mengatakan, "Beruntung bagi orang-orang yang sakit di bulan Ramadhan, apalagi pada minggu terakhir, itu tandanya doamu akan diijabah dan semua dosa gugur. Sungguh, Allah bersama orang-orang yang sakit."

Sakit bukan sekadar ujian fisik, tetapi juga bentuk kasih sayang Allah. Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang Muslim tertimpa kelelahan, penyakit, kesedihan, kesakitan, atau bahkan duri yang menusuknya, kecuali Allah akan menghapus sebagian dari dosa-dosanya.” (HR. Bukhari & Muslim).

Mengapa Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadhan Bisa Jadi Berkah?

  1. Dosa-Dosa Berguguran

Setiap rasa sakit yang dirasakan bisa menjadi cara Allah menghapus dosa-dosa kecil.

Ini seperti penyucian sebelum Ramadhan berakhir agar kembali dalam keadaan lebih bersih.

  1. Doa Lebih Mudah Diijabah

Sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah waktu mustajab untuk berdoa. Jika dalam kondisi sehat saja doa bisa dikabulkan, apalagi jika kita sedang sakit dan bersabar? Inilah saat yang tepat untuk memperbanyak doa.

  1. Allah Lebih Dekat dengan yang Sakit

Dalam hadis Qudsi, Allah berfirman, "Wahai anak Adam, Aku sakit tetapi engkau tidak menjenguk-Ku."

Baca Juga: Zakat Fitrah dan Utang, Mana yang Harus Dibayar Lebih Dulu? Ini Kata Para Ulama

Lalu hamba itu bertanya, "Bagaimana aku menjenguk-Mu, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?"

Allah menjawab, "Tidakkah engkau tahu bahwa hamba-Ku si fulan sakit, dan engkau tidak menjenguknya? Jika engkau menjenguknya, engkau akan mendapatkan-Ku di sisinya." (HR. Muslim).

 

Saat sakit, manusia lebih rendah hati, lebih banyak mengingat Allah, dan menyadari bahwa segala sesuatu hanyalah titipan-Nya. Dengan bersabar, kita menunjukkan ketundukan kepada-Nya.

Kiai Abdul Fatah al Hafidz mengatakan, "Sakit bisa menggugurkan dosa jika dijalani dengan sabar."

Islam sangat memanusiakan umatnya. Jika seorang Muslim sakit berat dan tidak mampu berpuasa, ia diperbolehkan tidak berpuasa dan menggantinya di lain waktu.

Hal ini menunjukkan bahwa Allah tidak membebani manusia di luar batas kemampuannya.

Sakit di akhir Ramadhan bisa menjadi pengingat agar lebih bersyukur atas nikmat kesehatan.

Saat sembuh, kita bisa lebih semangat dalam menjaga tubuh dan meningkatkan ibadah.

 

Sakit Bukan Alasan untuk Putus dari Ibadah

Meski tubuh melemah, ibadah bisa tetap dilakukan dalam bentuk lain seperti dzikir, doa, dan istigfar. Dalam kondisi sakit, hubungan dengan Allah justru bisa semakin intens.

Ramadhan akan segera berlalu. Jika kita mengalami sakit, jangan panik atau menganggapnya sebagai keburukan.

Bisa jadi, ini adalah cara Allah membersihkan diri kita sebelum Hari Kemenangan tiba. Semoga kita diberikan kekuatan dan kesehatan untuk meraih berkah di sisa Ramadhan ini. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#akhir ramadhan #10 hari terakhir ramadhan #lebaran #hikmah sakit di bulan puasa #ramadhan #sakit