KALTIMPOST.ID, Pernah merasa ingin menjauh justru ketika hubungan mulai terasa dekat? Atau tiba-tiba menarik diri tanpa alasan jelas, padahal masih menyayangi pasangan?
Jika iya, bisa jadi kamu memiliki pola Avoidant Attachment Style alias pola keterikatan yang membuat seseorang sulit merasa aman dalam hubungan.
Hidup dengan pola ini tidak mudah. Seseorang mungkin mendambakan kedekatan, tapi di saat yang sama merasa “tercekik” ketika hubungan menjadi terlalu intim.
Naluri bertahan hidup yang dulu melindungi diri, kini justru berubah menjadi tembok yang menghalangi cinta.
Kabar baiknya, attachment style bukanlah vonis seumur hidup. Pola ini terbentuk dari pengalaman masa lalu, dan apa yang dipelajari bisa “dipelajari ulang”.
Artinya, siapa pun bisa berproses menuju Secure Attachment yakni keterikatan yang aman dan sehat. Berikut langkah awal untuk memulai perubahan:
1. Sadari Polanya
Langkah pertama selalu dimulai dari kesadaran. Sadari bahwa kebutuhan untuk menjauh saat hubungan terasa dekat bukan tanda tak cinta, melainkan pola pertahanan diri. Perhatikan kapan dorongan itu muncul, dan apa pemicunya.
2. Pahami Akar Masalahnya
Baca Juga: ‘Weaponized Therapy Speak’: Saat Istilah Psikologi Jadi Senjata dalam Hubungan
Pola avoidant biasanya berakar dari masa kecil. Saat itu, menjaga jarak mungkin menjadi satu-satunya cara agar tidak terluka. Tapi kini, sebagai orang dewasa, tembok yang sama justru membuat hubungan terasa dingin dan jauh.
3. Belajar Duduk dengan Ketidaknyamanan
Saat dorongan untuk “kabur” muncul, cobalah menahannya sejenak. Jangan langsung menghindar atau menutup diri. Rasakan rasa tidak nyaman itu tanpa buru-buru melarikan diri. Dengan waktu dan latihan, tubuhmu akan belajar bahwa kedekatan tidak selalu berarti ancaman.
4. Komunikasikan, Bukan Kabur
Daripada tiba-tiba menghilang atau ghosting, coba komunikasikan kebutuhanmu dengan jujur. Misalnya, “Aku butuh waktu untuk menenangkan diri, tapi aku akan kembali setelah ini.” Kejujuran kecil seperti ini bisa menjaga koneksi tanpa kehilangan ruang pribadi.
5. Cari Bantuan Profesional
Mengubah pola keterikatan sendirian tidak mudah. Terapis atau psikolog dapat membantu memahami akar masalah dengan aman dan memberi strategi untuk membangun keintiman yang lebih sehat. Proses terapi bukan tanda kelemahan, tapi bentuk keberanian untuk mengenali diri sendiri.
Perjalanan mengubah pola avoidant bukan tentang menjadi “orang yang berbeda”, tapi tentang memberi diri sendiri izin untuk merasa aman dalam hubungan.
Tidak hanya untuk mandiri, tapi juga untuk dicintai dan mencintai tanpa rasa takut. Karena mencintai orang lain memang penting, tapi belajar merasa aman saat dicintai itulah tanda bahwa seseorang benar-benar sembuh. (*)
Editor : Almasrifah