Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bupati Mahulu Minta Keluhan Warga Ditindaklanjuti, Bukan Sekadar Dicatat

Jody Kristianto
Penulis: Jody Kristianto❯
Asisten III Kristina Tening (lima kanan) abadikan momen bersama peserta FKP Terkait Pelayanan Publik di Lingkungan Pemkab Mahulu Tahun 2026 di Hotel Mercure Samarinda, Kamis (15/10).
Asisten III Kristina Tening (lima kanan) abadikan momen bersama peserta FKP Terkait Pelayanan Publik di Lingkungan Pemkab Mahulu Tahun 2026 di Hotel Mercure Samarinda, Kamis (15/10).

Advertisement

 
KALTIMPOST.ID, UJOH BILANG – Pengaduan masyarakat dan hasil survei kepuasan tidak boleh sekadar menjadi dokumen evaluasi. Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) diminta memanfaatkan masukan tersebut untuk mengidentifikasi persoalan pelayanan sekaligus memastikan perbaikannya berjalan.

Arahan itu disampaikan Bupati Mahulu Angela Idang Belawan dalam sambutan yang dibacakan Asisten III Sekretariat Kabupaten Mahulu Kristina Tening saat membuka Forum Konsultasi Publik (FKP) Pelayanan Publik Tahun 2026 di Hotel Mercure Samarinda, Kamis (15/10).

Angela menilai, masukan masyarakat merupakan sumber informasi penting untuk mengetahui bagian pelayanan yang masih membutuhkan pembenahan. Karena itu, perangkat daerah perlu mencermati persoalan yang muncul dan menentukan langkah penanganan sesuai kewenangan masing-masing.

“Cermati penyebabnya, tentukan langkah penanganan sesuai kewenangan dan pantau pelaksanaannya. Jangan sampai warga terus menghadapi kesulitan yang sama,” tegasnya.

Menurutnya, evaluasi pelayanan harus berorientasi pada penyelesaian masalah, bukan sekadar pencatatan keluhan. Persoalan yang berulang perlu ditelusuri penyebabnya agar langkah perbaikan dapat menyasar sumber masalah.

Advertisement

Hal ini penting bagi Mahulu, mengingat sebagian masyarakat harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pelayanan pemerintah. Jika persoalan yang sama terus berulang, warga berpotensi kembali mengeluarkan waktu dan biaya untuk mengurus kebutuhannya.

Bupati meminta setiap perangkat daerah menjadikan hasil survei kepuasan masyarakat dan pengaduan sebagai dasar untuk menentukan prioritas pembenahan. Tindak lanjutnya juga perlu dipantau guna memastikan langkah yang direncanakan benar-benar dilaksanakan.

Dalam forum tersebut, Angela turut meminta Bagian Organisasi Sekretariat Kabupaten Mahulu mengoordinasikan dan memantau pelaksanaan tindak lanjut bersama perangkat daerah serta unit pelayanan terkait.

FKP diharapkan menghasilkan langkah perbaikan yang jelas dan dapat diterapkan setelah peserta kembali ke unit kerja masing-masing.

Melalui pendekatan tersebut, pemerintah daerah mendorong evaluasi pelayanan yang lebih terarah sekaligus memastikan masukan masyarakat berperan dalam proses pembenahan birokrasi. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pelayanan Publik Mahulu Harus Ramah Disabilitas hingga Lansia

Pelayanan Publik Mahulu Harus Ramah Disabilitas hingga Lansia

Pemkab Mahulu mendorong unit pelayanan mengevaluasi fasilitas dan pendampingan untuk masyarakat rentan.

Usai Forum Pelayanan Publik, Perangkat Daerah Mahulu Punya PR

Usai Forum Pelayanan Publik, Perangkat Daerah Mahulu Punya PR

Pemkab Mahulu mendorong perangkat daerah menindaklanjuti hasil evaluasi pelayanan melalui langkah konkret

Warga Mahulu Tak Boleh Dibuat Bolak-balik Urus Administrasi

Warga Mahulu Tak Boleh Dibuat Bolak-balik Urus Administrasi

Pemkab Mahulu mengevaluasi standar pelayanan agar masyarakat mendapat informasi administrasi yang transparan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer