Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

FGD Pemaduserasian Indikator RPJMD 2025–2029 Perkuat Kualitas Perencanaan Pembangunan Mahakam Ulu

ADV • Kamis, 5 Maret 2026 | 17:24 WIB

Wakil Bupati Mahulu Suhuk berbincang dengan peserta FGD Pemaduserasian Indikator Kinerja RPJMD di Samarinda, Selasa (3/3).     
Wakil Bupati Mahulu Suhuk berbincang dengan peserta FGD Pemaduserasian Indikator Kinerja RPJMD di Samarinda, Selasa (3/3).    

SAMARINDA – Mewakili Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), Angela Idang Belawan, Wakil Bupati Mahakam Ulu, Suhuk SE membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pemaduserasian Indikator Kinerja Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029. Acara itu berlangsung di Ruang Pertemuan Mandapa II Hotel Fugo Samarinda, Selasa (03/03/2026).

Melalui Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda), FGD Pemaduserasian Indikator Kinerja RPJMD Tahun 2025–2029 digelar sebagai langkah strategis dalam menyusun arah pembangunan daerah lima tahun ke depan.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Wabup Suhuk, ditegaskan bahwa RPJMD merupakan dokumen penting yang menjadi kompas pembangunan daerah. Dokumen ini tidak hanya memuat arah kebijakan, tetapi juga menjadi pedoman dalam menentukan prioritas program dan sasaran pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

“FGD ini dinilai memiliki peran strategis dalam proses penyusunan RPJMD, khususnya dalam melakukan pendalaman, penyelarasan, dan penajaman indikator kinerja. Dengan demikian, dokumen perencanaan yang dihasilkan diharapkan benar-benar berkualitas, terukur, efektif, dan tepat sasaran,” tuturnya.

Suhuk juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Mahulu masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan, seperti kondisi geografis yang sulit, keterbatasan infrastruktur, serta kesenjangan ekonomi antarwilayah.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh peserta FGD untuk berpikir visioner namun tetap realistis, dengan mempertimbangkan kondisi daerah, kapasitas fiskal, serta kemampuan kelembagaan. Ia juga menekankan pentingnya penyusunan indikator kinerja yang terukur, relevan, dan implementatif sebagai alat evaluasi pembangunan.

Selain itu, Wabup meminta seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan kualitas data dukung. Data yang digunakan harus valid, akurat, dan terverifikasi agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar berbasis kondisi riil di lapangan.

Ia juga mengingatkan pentingnya integrasi visi dan misi kepala daerah ke dalam RPJMD, sehingga arah pembangunan daerah tetap selaras dengan komitmen politik serta kebutuhan masyarakat.

Mengakhiri sambutannya, Suhuk menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim penyusun RPJMD, perangkat daerah, serta pihak terkait yang telah berkontribusi dalam proses perencanaan ini.

Kegiatan FGD ini turut melibatkan narasumber dari Universitas Gadjah Mada serta dihadiri jajaran perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu. (prokopim)

Editor : Sukri Sikki
#Suhuk #wakil bupati #fgd #Pemkab Mahulu