Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Program Ketahanan Pangan Nasional, Polres Mahulu Target Tanam Jagung 24 Hektare

Jody Kristianto • Kamis, 12 Maret 2026 | 19:43 WIB

Kapolres Mahulu AKBP Eko Alamsyah memeriksa pasukan pada Apel Operasi Ketupat Mahakam 2026 di Mako Polres Mahulu, Kamis (12/3).
Kapolres Mahulu AKBP Eko Alamsyah memeriksa pasukan pada Apel Operasi Ketupat Mahakam 2026 di Mako Polres Mahulu, Kamis (12/3).

UJOH BILANG – Polres Mahakam Ulu (Mahulu) mendapat target penanaman jagung seluas 24 hektare dalam setahun dari Mabes Polri sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional. Target tersebut akan dikerjakan secara bertahap sepanjang tahun.

Kapolres Mahulu AKBP Eko Alamsyah menjelaskan, Mabes Polri menetapkan kuota penanaman yang kemudian dibagi ke seluruh jajaran polres di Indonesia, termasuk Polres Mahulu.

“Sekarang kita meningkatkan pola. Kita ditargetkan Mabes Polri karena mereka membuat kuota yang kemudian dibagi ke seluruh polres. Untuk Polres Mahulu diberikan target penanaman selama satu tahun itu 24 hektare,” kata Kapolres, Kamis (12/3).

Menurutnya, target tersebut akan dicapai secara bertahap mengingat keterbatasan yang dihadapi di daerah, terutama dampak pemangkasan anggaran yang juga dirasakan berbagai instansi.

“24 hektare itu kita cicil. Mudah-mudahan kebijakan ini bisa kita jalankan, walaupun sekarang semuanya serba terbatas. Pemangkasan anggaran ini sangat berdampak,” ujarnya.

Ia menuturkan, dalam pelaksanaannya Polres Mahulu juga berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP). Namun, instansi tersebut juga menghadapi keterbatasan anggaran.

“Kami biasanya minta bantuan ke DKPP, tapi mereka juga menyampaikan keterbatasan. Apalagi kami yang sebenarnya bukan bidangnya diminta mengakselerasi penanaman jagung,” ungkapnya.

Meski begitu, pihaknya tetap berupaya menjalankan program tersebut dengan menggandeng pemerintah kampung dan masyarakat.

Untuk kuartal pertama, Polres Mahulu telah memulai penanaman jagung di Kecamatan Long Hubung, tepatnya di Desa Lutan. Di lokasi tersebut awalnya disiapkan lahan sekitar dua hektare, namun pemerintah kampung membuka lahan lebih luas hingga sekitar delapan hektare.

“Di Long Hubung, Desa Lutan, kita sudah mulai tanam sekitar dua hektare. Dari petinggi bahkan disiapkan sampai delapan hektare sebagai cadangan,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga mendorong pemanfaatan lahan pembukaan ladang masyarakat yang dialokasikan sekitar 10 hektare di setiap kampung. Kapolres mengimbau agar sebagian lahan tersebut dimanfaatkan untuk menanam jagung.

“Kita mengimbau agar dari 10 hektare lahan pembukaan ladang itu, sekitar dua hektare bisa digunakan untuk tanam jagung,” katanya.

Beberapa kampung disebut mulai merespons imbauan tersebut, termasuk di wilayah Long Pahangai yang telah menyiapkan lahan sekitar satu hektare.

Namun, Kapolres menambahkan, kondisi tanah di Mahulu menjadi tantangan tersendiri karena tidak bisa langsung ditanami. Tanah harus terlebih dahulu diberi dolomit atau kapur untuk menetralkan keasaman sebelum ditanami.

“Tanah di sini tidak bisa langsung ditanam. Harus diberi dolomit dulu, didiamkan sekitar dua sampai tiga minggu baru bisa ditanami,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
#mabes polri #POLRES MAHAKAM ULU #program ketahanan pangan