
KALTIMPOST.ID, PHILIP ISLAND - Marc Marquez memilih melancarkan perang urat saraf ketimbang ambil pusing terhadap manuver pabrikan rival. Rider berjuluk The Baby Alien itu menanggapi santai potensi penerapan team order oleh kubu Aprilia, menyusul hasil ketat pada sesi latihan Grand Prix Australia di Sirkuit Phillip Island, Jumat (23/10).
Marquez menegaskan bahwa kecepatan murni di lintasan balap jauh lebih krusial dibandingkan instruksi tim yang dirancang untuk membendung rival. "Jika Anda cepat, Anda tidak membutuhkan team order. Anda membutuhkannya jika tidak cukup cepat," kata Marquez kepada MotoGP.com menjelang balapan.
Dalam sesi latihan di sirkuit tepi samudra tersebut, Marquez menempati posisi tercepat ketiga. Posisi pembalap Spanyol itu terkepung oleh dominasi empat penunggang motor Aprilia, yakni Marco Bezzecchi, Raul Fernandez, Ai Ogura, dan Jorge Martin.
Bezzecchi sukses merebut urutan teratas, dibuntuti langsung oleh Fernandez di tempat kedua. Rider Italia yang akrab disapa Bez itu mencatatkan keunggulan 0,126 detik atas Marquez. Sementara itu, Jorge Martin yang memuncaki klasemen sementara bertengger di peringkat kelima dengan selisih 0,255 detik dari Bezzecchi.
Baca Juga: Etika di Atas Angka, Sikap SGA Jadi Sorotan Dunia Basket NBA
Dominasi empat motor pabrikan Noale tersebut langsung memicu spekulasi penerapan strategi tim. Pabrikan asal Italia ini dinilai berpeluang menginstruksikan duo satelit, Raul Fernandez dan Ai Ogura, untuk mengawal Martin maupun Bezzecchi dalam perebutan poin krusial gelar juara dunia.
Manajer Tim Aprilia, Paolo Bonora, menegaskan pihaknya belum menjatuhkan instruksi khusus bagi keempat pembalapnya selama di Phillip Island. Kendati demikian, Bonora tidak menampik kemungkinan strategi tersebut diambil menjelang penutupan musim jika persaingan makin ketat.
"Rasanya tidak bijak jika kami menentukan target yang kaku, misalnya harus unggul satu, dua, atau lima poin. Selama masih ada peluang, mengapa tidak?" kata Bonora.
Di sisi lain, kubu Ducati memilih bersikap dingin menyikapi wacana taktik blokade lawan. Manajer Tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, menyatakan pihaknya hanya ingin berkonsentrasi penuh pada performa motor dan pembalap sendiri di aspal sirkuit.
"Mereka bisa melakukan apa pun yang mereka inginkan. Kami berusaha fokus agar hanya tampil cepat di lintasan," kata Tardozzi. (*)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





